Berita Nasional

Ucapan Prabowo Sebut Gaji ASN dan Guru Kecil Karena Kekayaan Negara Bocor ke Luar Negeri

Prabowo meminta agar masyarakat tidak kagum dengan negara yang kaya karena merampas kekayaan bangsa lain.

Tayang:
Tribunnews.com
RAPAT PARIPURNA DPR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Rapat paripurna DPR beragendakan antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kendali penuh atas kekayaan alam Indonesia tanpa campur tangan negara lain.

Dalam pidatonya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, ia menyoroti pentingnya kedaulatan Indonesia dalam menentukan harga komoditas strategis nasional.

Prabowo menilai sudah saatnya Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat terhadap hasil bumi yang selama ini menjadi andalan ekspor.

Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang menurutnya tidak semestinya ditentukan oleh pihak luar, mengingat Indonesia merupakan produsen terbesar dunia.

"Kita merasa aneh bahwa kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan oleh negara lain. Saya katakan kepada menteri saya, ini tidak boleh terjadi, saya tidak mau kelapa sawit kita ditentukan bangsa lain," ujar Prabowo.

Selain sawit, pemerintah juga ingin mengambil peran penuh dalam penetapan harga nikel, emas, hingga berbagai hasil tambang lainnya.

Menurut Prabowo, Indonesia harus mampu menjadi penentu utama atas nilai komoditas yang berasal dari tanah air sendiri.

Ia pun menginstruksikan jajaran kabinet untuk segera merumuskan mekanisme penetapan harga komoditas nasional secara mandiri.

"Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, emas, dan harga semua tambang kita dan semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," sambungnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang ingin memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia.

Bagaimana jika negara lain tak mau beli dari Indonesia?

Prabowo mengatakan, jika negara lain tidak mau membeli emas, kelapa sawit, nikel, dan komoditas tambang lainnya dari Indonesia, dirinya tidak masalah.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus menetapkan sendiri harga komoditas tersebut. Selama ini, harga ditetapkan oleh negara lain.

Dia berpandangan, memberikan komoditas kekayaan alam kepada cucu lebih baik daripada memberi harga murah kepada negara lain.

Prabowo pun memohon dukungan dari DPR mengenai rencananya tersebut.

"Kalau mereka enggak mau beli, ya enggak apa-apa, biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti. Daripada kita jual murah. Saya minta dukungan majelis ini marilah bersama-sama, sepertinya saya lebih marah ini daripada banyak kekuatan ini," ujar Prabowo.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved