Berita Viral

VIRAL Video Pembukaan Kopdes Merah Putih, Produk Dijual Mirip Minimarket, Apa Bedanya?

Viral video pembukaan Kopdes Merah Putih dan produk dijual disebut mirip minimarket mulai dari kudapan, bahan pokok hingga kebutuhan dapur

Tayang:
IST
SAMBANGI TOKO - Presiden Prabowo Subianto meninjau gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Viral video pembukaan Kopdes Merah Putih dan produk dijual disebut mirip minimarket.

Baru-baru ini video penampakan Kopdes Merah Putih disebut mirip minimarket disoroti.

Untuk diketahui, belakangan beredar video-video pembukaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah. 

Dari video tersebut terlihat produk-produk yang dijual di KDMP tidak jauh berbeda dengan minimarket, mulai dari kudapan, bahan pokok, hingga kebutuhan dapur. 

Ekonom Raden Pardede mengingatkan, program prioritas pemerintah tersebut berisiko tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan jika hanya memindahkan bisnis dari pelaku usaha yang sudah ada. 

"Kita lihat saya lihat YouTube baru-baru ini grocery items-nya mirip-mirip juga dengan Alfamart, Indomaret, dan juga warung di sekitar.

Apakah this is new investment, new activities, atau dia hanya menjadi trade off dari sini (minimarket) shifting ke sini (KDMP)," ujarnya saat acara Economic Forum 2026 di Kempinski, Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Baca juga: 4 Formasi KDKMP dan KKNMP Dibuka, Seribuan Warga Sumut Padati Gedung Serbaguna Pemprovsu sejak Pagi

Dia mengungkapkan, jika merujuk pengimplementasian koperasi di negara lain, model pengembangan koperasi yang berhasil umumnya tumbuh dari bawah atau bottom up. 

Contohnya Fonterra di Selandia Baru, yang berkembang dari bawah yaitu kumpulan peternak susu hingga ke atas menjadi koperasi besar berskala global. 

Sementara KDMP menggunakan model pengembangan top down karena di sini pemerintah lebih berperan mulai dari pembentukan program, pendanaan, hingga dukungan kredit. 

Masyarakat hanya menjalankan desain yang ditetapkan pemerintah. 

Menurutnya, apabila KDMP hanya menggeser konsumen dan tenaga kerja dari warung atau minimarket ke koperasi, maka dampak ekonomi bersih yang dihasilkan akan terbatas. 

"If there is the case, impact dari KDMP itu akan kecil. Karena dia hanya shifting dari warung atau Indomaret, Alfamart ke sini.

juga akan shifting juga nanti," ucapnya. 

Baca juga: Pemprov Sumut Gelar Upacara Harkitnas 2026, Wagub Surya Maknai dengan Semangat Persatuan

Kendati demikian, Raden menegaskan, efektivitas KDMP masih perlu dibuktikan dalam implementasinya di lapangan. 

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved