Berita Viral

REMAJA Tebas Leher Teman Karena Sakit Hati Ucapan Korban yang Ingin Nikahi Ibunya, Jasad Membusuk

Remaja A (17) nekat membunuh temannya MMA (18) di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
FOTO ILUSTRASI - Remaja A (17) nekat membunuh temannya MMA (18) di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.  

TRIBUN-MEDAN.com - Remaja A (17) nekat membunuh temannya MMA (18) di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. 

Pembunuhan ini dipicu karena ucapan korban. A merasa MMA terlalu lancang tentang ibunya. 

MMA berucap bahwa ada niat menikahi ibu pelaku. 

Akibat ucapan itu, A langsung melakukan serangan mematikan dengan menebas leher korban. 

Jasad korban MMA ditemukan di Jalan Sepakat, Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kamis (14/5/2026).

Jenazah MMA pertama kali ditemukan seorang petani bernama Syarifudin saat hendak menuju kebun milik pamannya.

Syarifudin mencium bau busuk hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Wajo Iptu Fahrul mengatakan, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Dari hasil penyelidikan, kami mendapat informasi keberadaan pelaku di rumahnya di Kecamatan Larompong Selatan,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: 6 dari Wacana 128 Titik Koperasi Merah Putih di Simalungun Sudah Selesaikan Proyek Fisik

Baca juga: TERUNGKAP Alasannya Kenapa Listyo Sigit Masih Dipertahankan Jadi Kapolri oleh Presiden Prabowo

Atas informasi itu, kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad langsung berhasil menangkap terduga pelaku A (17) warga Dadeko, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu.

Pelaku A mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Iptu Fahrul menyebut, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap korban.

“Pelaku mengaku sakit hati karena korban sering mengatakan kepada pelaku agar ibunya bercerai dengan ayah tirinya, lalu korban berkata akan menikahi ibu pelaku,” ungkapnya.

Pelaku kemudian memancing korban datang ke kebun durian milik pamannya. Pelaku menyerang korban menggunakan parang.

“Pelaku mengakui menebas leher korban. Setelah korban berbalik, pelaku kembali menebas bagian kepala satu kali. Saat korban tersungkur, pelaku menebas bagian betis korban,” ujar Fahrul.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit iPhone 11 Pro Max warna putih, satu unit sepeda motor CRF warna hitam, parang yang digunakan pelaku, switer yang dipakai saat kejadian, serta helm dan goggles milik korban.

Saat ini pelaku telah diamankan di Posko Resmob Polres Wajo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Ditemukan Setelah Sepekan Pamit dari Rumah

Kepala Desa Temboe, Azis Tajuddin, membenarkan korban merupakan warganya. Menurutnya, korban sebelumnya tinggal di sekitar bekas Kantor Kehutanan di Desa Temboe.

“Betul, almarhum warga kami di Temboe,” ungkapnya.

Azis mengatakan jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sengkang untuk dilakukan autopsi. Ia juga menyebut korban sudah tidak melanjutkan sekolah setelah tamat dari MTs Temboe.

“Korban sudah tidak sekolah. Dia hanya tamat MTs Temboe,” katanya.

Menurut Azis, korban meninggalkan rumah sejak Jumat pekan lalu atau sekitar sepekan sebelum ditemukan meninggal dunia.

Korban meninggalkan rumah dengan sepeda motor miliknya. Saat pergi dari rumah, korban disebut tidak menyampaikan tujuan keberangkatannya kepada keluarga.

“Korban tidak bilang apa-apa dengan orang tuanya saat pamit dari rumah. Sendiri keluar,” tandasnya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-lampung.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved