Berita Viral

SOSOK Irawati Puteri Disebut Langgar Perjanjian Beasiswa LPDP, Minta Publik Hubungi Pengacaranya

Irawati Puteri penerima bea siswa LPDP ogah menanggapi tudingan ada ketidaktransparanan dalam seleksinya waktu itu. 

TRIBUN MEDAN
Irawati Puteri menegaskan, hingga kini belum ada klaim formal yang diajukan melalui jalur resmi yang telah disediakan oleh tim hukumnya 

TRIBUN-MEDAN.com - Irawati Puteri penerima beasiswa LPDP ogah menanggapi tudingan ada ketidaktransparanan dalam seleksinya waktu itu. 

Ia hanya ingin menanggapi pertanyaan secara resmi. 

Namun, ia memastikan kuasa hukumnya belum membuka jalur resmi untuk menanggapi pertanyaan publik. 

Ia juga menyatakan telah membuka ruang diskusi sejak pertengahan Maret melalui berbagai mekanisme, mulai dari komunikasi langsung, pengajuan dokumen, hingga pertemuan tatap muka.

“Saya membuka ruang diskusi sejak pertengahan Maret. Namun hingga saat ini belum ada klaim yang masuk. Saya ingin memastikan setiap isu dapat diverifikasi dan diproses melalui mekanisme yang tepat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (25/4/2026)

Sebelumnya, sosok alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Irawati Puteri menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah tuduhan di media sosial terkait dugaan pelanggaran kewajiban sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta isu integritas dalam proses seleksi akademik.

Kontroversi tersebut mencuat melalui unggahan akun @kawalirawatiputeri yang menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan Irawati.

Unggahan tersebut memuat tudingan, dugaan ketidakjujuran dalam proses seleksi beasiswa yang tidak menunjukkan jejak negatif yang pernah dialami saat menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesian Law Debating Society (ILDS) FHUI.

Irawati menambahkan, sejak awal memilih menempuh jalur resmi dan tidak merespons narasi yang berkembang di media sosial.

Meski demikian, Irawati tetap membuka kesempatan bagi pihak mana pun yang ingin menyampaikan informasi secara langsung dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait sejumlah narasi yang menyebut keterlibatan institusi seperti Stanford Law School, Irawati menegaskan bahwa tidak ada proses formal yang sedang berjalan.

Ia mengaku terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi.

Irawati juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi, terutama di ruang digital.

 Ia berharap publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan tetap mengedepankan verifikasi.

“Saya meminta maaf bila ada hal yang tidak perlu terjadi. Mari kita bijak menyikapi informasi. Saya juga berharap hal ini tidak mengurangi semangat generasi muda untuk terus berkarya,” katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved