Berita Viral
Gubernur Kaltim Bandingkan Putusan Prabowo Soal Nepotisme Adik Masuk Pemerintahan: Hasyim Juga
Rudy pun membandingkan bahwa keputusan yang ia ambil juga dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud membandingkan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto soal keputusannya menunjuk adik masuk pemerintahan.
Rudy menganggap keputusan yang ia ambil sama dengan Presiden Prabowo Subianto yang menunjukan sang adik, Hashim Djojohadikusumo menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.
Sedangkan Rudy juga menunjuk adiknya, Hijrah Masud sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).
Hal ini memunculkan dugaan nepotisme yang dilakukan Rudy dalam pemerintahan.
Baca juga: Fakta Baru Sidang Leonardi, Nama Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Terseret Menangkan Tender Navayo
Ia mengatakan alasan menunjuk sang adik untuk menangani pekerjaan Gubernur Kaltim yang bersifat pribadi.
"Kadang ada di Jakarta nanti yang handle di sini siapa ? karena ada hal yang sifatnya privasi misalkan logistik atau mandat yang tidak bisa diwakilkan atau menemui siapa-siapa yang kami beritakan, dia (Hijrah) bisa ada di situ," katanya.
Rudy pun membandingkan bahwa keputusan yang ia ambil juga dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya keputusan tersebut bagian dari hak prerogatif seorang pimpinan.
"Sama, pak Hashim juga begitu. Apa bedanya pak Hashim dengan bapak presiden, kan dia percayakan, itu memang hak prerogratif," katanya.
Baca juga: Eks Karyawan Bongkar Kejamnya Daycare di Jogja, Kamar 3x3 Diisi 20 Anak hingga Kaki Terikat
Rudy Masud mengatakan ia menjadi salah bilamana Hijrah mendadak diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa melewati mekanisme yang berlaku.
"Kecuali ibu Hijrah tiba-tiba jadi ASN, dilantikan menjadi kepala dinas, lho ini gak melalui proses, ah itu salah. Sepanjang melalui proses di dalam Pemprov Kaltim," katanya.
Ia menjelaskan tugas TAGUPP untuk mengawal kegiatan percepatan di lapangan.
"Terkait TAGUPP juga ini adalah untuk mengawal percepatan kegiatan ekseskusi lapangan," katanya.
"Dia tidak untuk menentukan apalagi memerintahkan pada OPD, tidak. Dia hanya mengawal saja. nanti dia akan menyampaikan perlu percepatan, perlu pertimbangan," tambah Rudy Masud.
Baca juga: Alasan Capek Menyetir Seharian, Gubernur Kaltim Rudy Masud Butuh Kursi Pijat Rp 125 Juta
Profil Hashim
Gubernur Kaltim Bandingkan dengan Presiden Prabowo
Rudy Mas’ud Senggol Presiden Prabowo
Rudy Masud
Gubernur Kaltim
| Eks Karyawan Bongkar Kejamnya Daycare di Jogja, Kamar 3x3 Diisi 20 Anak hingga Kaki Terikat |
|
|---|
| Fakta Mengejutkan 103 Anak di Daycare Yogyakarta, 53 Jadi Korban Kekerasan, Ortu Ada Lihat Lebam |
|
|---|
| Alasan Capek Menyetir Seharian, Gubernur Kaltim Rudy Masud Butuh Kursi Pijat Rp 125 Juta |
|
|---|
| Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jogja, Motifnya Masih Misteri |
|
|---|
| TAMPANG Enjang Saat Ditangkap, TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur Hingga Rugi Rp7 Juta, Ngaku Kapten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Rudy-Masud-dan-Prabowo.jpg)