Berita Viral

Klarifikasi JK soal Isu Kredit Rp30 Triliun Memantik Revolusi Energi: PLTA Kalla vs PLTS Prabowo

Dalam pernyataannya, JK mengakui bahwa perusahaan Kalla Group memang memiliki pinjaman perbankan dengan nilai besar, yakni sekitar Rp30 triliun.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Pernyataan Jusuf Kalla yang menegaskan bahwa jika perusahaannya berhenti menyediakan listrik maka sebagian wilayah Sulawesi dan Sumatera akan gelap, langsung memantik respons politik dan kebijakan energi. Presiden Prabowo Subianto langsung bergerak cepat dengan menargetkan percepatan transisi energi dengan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menopang daerah-daerah terpencil dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala raksasa. Langkah revolusi energi ini dibahas Presiden Prabowo dalam rapat terbatas dengan sejumlah menterinya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Ia menyebut tudingan tersebut tidak benar dan hanya upaya untuk mendiskreditkan dirinya.

Ia memang mengakui pernah ada masalah kecil dengan Bank Bukopin, namun hal itu terjadi karena adanya permainan direksi yang mengubah perjanjian kredit mobil.

“Itu bukan kredit macet perusahaan, tapi masalah internal bank,” jelasnya.

Untuk menegaskan bahwa kredit tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi atau gaya hidup, JK bahkan menunjukkan arloji sederhana yang ia kenakan, seharga Rp400 ribu. 

“Semua kredit bank dipakai untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.

Kebocoran Data Bank

JK menyesalkan adanya pihak internal bank yang membocorkan informasi kredit perusahaan ke publik.

Menurutnya, hal itu melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank.

Ia berjanji akan menelusuri kebocoran tersebut.

JK juga menilai bahwa pinjaman Rp30 triliun bukanlah jumlah yang besar jika dibandingkan dengan konglomerat lain yang bisa memiliki pinjaman hingga ratusan triliun.

“Ini cuma Rp30 triliun kemudian dikacaukan dan mau dijatuhkan lagi,” sindirnya.

JK menutup klarifikasinya dengan menegaskan bahwa keberadaan Kalla Group adalah bagian dari kontribusi nyata untuk bangsa.

Ia menyebut, jika perusahaannya berhenti menyediakan listrik, maka sebagian wilayah Sulawesi dan Sumatera akan gelap. 

“Kalau kita berhenti, listrik kita ambil kreditnya kita kembalikan, maka gelaplah itu Sulawesi. Gelap itu Sumatera,” ujarnya.

Memantik Respon Politik Kebijakan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved