Berita Viral

JEJAK Perseteruan Nus Kei vs John Kei, Dipicu Persoalan Uang Rp 1 Miliar dan Jual Tanah

Rekam jejak dan lika-liku kehidupan John Kei vs Nus Kei mencuat lagi setelah Nus tewas ditikam di bandara.

Editor: Juang Naibaho
Kolase Youtube/tvOneNews/TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Kolase Nus Kei (kiri) dan John Kei (kanan). Rekam jejak kehidupan keduanya mencuat lagi setelah Nus Kei yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, tewas ditusuk di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026). (Kolase Youtube/tvOneNews/TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim) 

TRIBUN-MEDAN.com - Nama John Kei dan Nus Kei kembali jadi sorotan publik.

Keduanya punya hubungan kerabat kental. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei adalah paman kandung John Kei. Keduanya sama-sama berasal dari Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Rekam jejak dan lika-liku kehidupan keduanya mencuat lagi setelah Nus Kei yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, tewas ditusuk di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, pada Minggu (19/4/2026).

Dua pelaku penikaman yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.

Sosok Finis disebut sebagai warga biasa. Sedangkan Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA), yang juga keponakan John Kei

Penikaman ini bermotif dendam lama, tepatnya dilatari bentrokan maut pada Juni 2019 silam di Bekasi. 

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," kata Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi.

Insiden di Bekasi merupakan bentrokan antara dua kelompok terkait penguasaan lahan kosong di samping apartemen Metro Galaxy Park, Kota Bekasi, pada 21 Juni 2019. 

Dani Hollat bersama lima orang rekannya berjaga di lahan sengketa tersebut. Kelompok ini diserang pada malam hari oleh sekelompok lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang.

Dalam insiden itu, Dani Hollat tewas akibat luka tembak. Sedangkan beberapa orang rekannya terluka kena tembakan dan bacokan.

Belakangan terungkap, insiden ini ternyata menimbulkan dendam bagi Hendrikus Rahayaan. Hendrikus, yang merupakan keponakan John Kei, meyakini serangan itu dilakukan kelompok Nus Kei.

Tak ayal, cerita tentang perseteruan John Kei versus Nus Kei kembali mencuat ke publik.

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Pernah Satu Kelompok

Nus Kei dikenal sebagai salah satu tokoh asal Pulau Kei, Maluku, yang berdomisili di Jakarta. Nus Kei merupakan paman dari John Kei, figur terkenal di bisnis penagihan utang di Jabodetabek. Keduanya sama-sama terjun di bisnis tersebut, dan sama-sama pula mereguk kesuksesan.

John Kei mulai menjejakkan kaki di Jakarta sekitar tahun 1990. Dua tahun kemudian, Nus Kei menyusul. 

Nus Kei awalnya tidak langsung tinggal bersama keponakannya itu, tapi di rumah saudara yang lain. Tak beberapa lama, Nus Kei tinggal tak jauh dari rumah yang selama ini dikenal menjadi markas John Kei di Jalan Tytyan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved