Berita Viral
ALASAN Jusuf Kalla Pakai Istilah Syahid Dalam Ceramah: Kalau Pakai Istilah Martir, Jamaah Tak Tahu
Jusuf Kalla mengatakan penggunaan kata 'mati syahid' di masjid UGM memiliki alasan yang kuat.
Sebab, ia mengambil risiko untuk hadir dalam menjalankan misi perdamaian dan melihat langsung konflik Poso dan Ambon
Kata JK, masing-masing pihak yang bertikai, yakni pemeluk agama Islam dan Kristen, sama-sama memegang erat pemahaman tentang berani mati membela agama.
"Saya pertaruhkan jiwa saya, dengan Hamid [Hamid Awaluddin, mantan Menteri Hukum dan HAM RI], masuk ke daerah konflik tadi, tidak ada Presiden Gus Dur, jenderal-jenderal, tokoh2 Maluku tokoh2 militer, tidak bisa mendamaikan," tutur JK.
JK menerangkan, di agama Islam, mati membela agama disebut 'mati syahid', sedangkan di agama Kristen, sebutannya adalah 'martir'.
"Saya datang tanpa pengawal, masuk ke daerah itu. Dan saya tahu, kenapa dia berbuat begitu. Karena dia pikir, ini perang agama. Siapa yang meninggal akan syahid, untuk Islam, di Kristen, namanya martir," kata JK.
Namun, karena lokasi ceramahnya ada di masjid dan hanya dihadiri umat Islam, jadi JK menggunakan istilah 'syahid' agar dapat dipahami oleh para jamaah.
Lebih lanjut, JK menyebut, maksud dari dirinya membahas konflik Poso dan Ambon adalah untuk memberikan pesan tegas, agar generasi Indonesia selanjutnya, tidak menjadikan agama untuk alat politik dan memicu konflik.
Segala konflik, termasuk yang berakar dari agama, hanya akan menimbulkan pertumpahan darah yang fatal, seperti konflik Poso yang menelan 2.000 korban jiwa, dan konflik Ambon yang menyebabkan 5.000 orang tewas.
"Tapi, saya berada di masjid, dan tidak mengerti istilah 'martir' sehingga saya katakan 'syahid'. Hampir sama dalam artinya, syahid' dan 'martir'. Cuma bedanya caranya. Syahid, mati karena membela agama, 'martir' juga sama, mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja," jelas JK.
"Tapi, karena saya di masjid, maka saya pakai kata 'syahid', karena kalau saya pakai kata 'martir', jamaah tidak tahu."
"Untuk menjelaskan 'jangan sekali-sekali memakai agama untuk berkonflik', jangan!"
"Anda calon-calon pemimpin semuanya, musti adil, tidak boleh pakai agama ke unsur-unsur politik. Ini akibatnya [konflik agama], 7.000 orang meninggal dalam tiga tahun."
"[Konflik] Aceh, 30 tahun, meninggal 15.000. Artinya, di Aceh, tiap tahun 500 orang meninggal. Ini [konflik Ambon dan Poso], 7.000 orang meninggal dalam tiga tahun, tiap tahun 1.000 orang meninggal."
Baca juga: NASIB Dua Bos Sritex Dinilai Lakukan Pencucian Uang, Dituntut 16 Tahun Penjara, Negara Rugi Rp1,3 T
(*/tribun-medan.com)
Artikel sudah tayang di tribunnews.com
| REAKSI Wardatina Mawa Saat Inara Rusli Diisukan Hamil Anak Insanul Fahmi: Yaudahlah |
|
|---|
| NASIB Dua Bos Sritex Dinilai Lakukan Pencucian Uang, Dituntut 16 Tahun Penjara, Negara Rugi Rp1,3 T |
|
|---|
| Penjelasan Dedy Mulyadi soal Anggaran Rp 22 Miliar Untuk Gaji Pekerja Kebersihan Masjid Al Jabbar |
|
|---|
| DUDUK Perkara Fadly Alberto Tendang Pemain Dewa United, Dulu Dipuji Kini Terancam Sanksi |
|
|---|
| BBM Non-subsidi Naik, Menteri Bahlil Sebut Harga Bensin Pertalite dan Solar tak Ada Perubahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-soal-ijazah-jokowi.jpg)