Berita Nasional
Respons PDIP soal Pernyataan Jusuf Kalla, Guntur Romli: Jokowi Itu Memang Berkhianat
Hubungan panas antara PDI Perjuangan (PDIP) dan mantan kadernya, Joko Widodo atau Jokowi, kembali memuncak.
TRIBUN-MEDAN.com - Hubungan panas antara PDI Perjuangan (PDIP) dan mantan kadernya, Joko Widodo atau Jokowi, kembali memuncak.
Politikus PDIP, Guntur Romli, menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang mengklaim sebagai sosok di balik kesuksesan Jokowi menuju kursi kepresidenan pada 2014 silam.
Guntur menilai pengakuan JK tersebut mempertegas pola perilaku politik Jokowi yang dianggap kerap melukai pihak-pihak yang telah membesarkan namanya.
Guntur Romli menegaskan secara organisatoris, PDIP sudah tidak ingin lagi dikait-kaitkan dengan sosok Jokowi.
Sebagaimana diketahui, PDI Perjuangan telah resmi memecat Jokowi beserta putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya, Bobby Nasution, pada 16 Desember 2024 lalu.
Meski demikian, pernyataan JK menurut Guntur menjadi validasi atas perasaan yang selama ini dirasakan oleh internal partai banteng.
"PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi. Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," tegas Guntur Romli kepada Tribunnews.com, Minggu (19/4/2026).
Daftar Panjang "Korban" Pengkhianatan
Tak hanya JK dan Megawati Soekarnoputri, Guntur membeberkan sederet nama besar yang memiliki andil masif dalam karier politik Jokowi sejak dari Solo hingga ke Jakarta.
Nama-nama seperti Hasto Kristiyanto, Pramono Anung, hingga mentor politiknya di Solo, FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy), disebutnya sebagai pilar utama kesuksesan Jokowi.
Bahkan, Guntur memperluas daftar tersebut ke tokoh di luar PDIP, seperti Anies Baswedan dan Tom Lembong, yang pernah menjadi menteri serta tim sukses Jokowi pada periode pertama (2014-2019).
"Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan, juga pada Pak Anies Baswedan, dan Pak Tom Lembong, yang semuanya pernah membantu Jokowi. Nama-nama yang saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karier Jokowi. Tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan," lanjut Guntur dengan nada getir.
Sentilan Balik atas Klaim Senioritas JK
Sebelumnya, Jusuf Kalla memicu diskusi publik dengan menyebut dirinya sebagai sosok yang meyakinkan Megawati untuk memboyong Jokowi ke Jakarta demi kursi Gubernur DKI.
JK merasa bahwa tanpa dukungan senioritasnya kala itu, karier Jokowi tidak akan sampai ke kursi Presiden.
| Bocoran Kapan Gaji ke-13 PNS 2026 Cair, Begini Jawaban Purbaya di Tengah Serba Efesiensi |
|
|---|
| Alasan Besar Jusuf Kalla di Balik Usulkan Pemerintah Cabut BBM Bersubsidi |
|
|---|
| Relawan Projo Ungkap Kunci Utama Jokowi Menang di Pilpres, Bantah Ucapan Jusuf Kalla |
|
|---|
| Sebut Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya, Jusuf Kalla: Kasih Tau Termul-termul Itu |
|
|---|
| Takut Ditembaki, Sekitar 20 Kapal Tak Berani Lewati Selat Hormuz, Putar Haluan Kembali ke Oman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Megawati-dan-Jusuf-Kalla-Dikabarkan-Bakal-Bertemu-Nasdem-Mereka-Sudah-Berkawan.jpg)