Berita Viral
ALASAN Jusuf Kalla Pakai Istilah Syahid Dalam Ceramah: Kalau Pakai Istilah Martir, Jamaah Tak Tahu
Jusuf Kalla mengatakan penggunaan kata 'mati syahid' di masjid UGM memiliki alasan yang kuat.
TRIBUN-MEDAN.com - Jusuf Kalla mengatakan penggunaan kata 'mati syahid' di masjid UGM memiliki alasan yang kuat.
Pernyataan Jusuf Kalla tentang 'mati syahid' menimbulkan kegaduhan. Jusuf Kalla menyebut umat Kristen dalam konteks konflik Poso di Ambon juga punya prinsip mati syahid.
Hal inilah yang membuat kegaduhan dan sejumlah organisasi melaporkannya ke Polisi.
Namun, Jusuf Kalla punya alasan yang logis.
Dalam konferensi pers di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026) siang ini, Jusuf Kalla mulanya menyampaikan permintaan maaf karena baru bisa klarifikasi, sedangkan polemik potongan ceramahnya sudah mencuat sejak awal pekan.
Penyebabnya, Jusuf Kalla baru pulang dari Jepang pada Sabtu subuh tadi.
"Pertama saya minta maaf, karena baru hari ini saya dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral sekarang ini. Karena saya baru subuh tadi pulang dari Jepang," ujar JK.
"Sehingga, saya tidak bisa cepat memberikan tanggapan mengenai masalah-masalah yang timbul dewasa ini."
Baca juga: Harga Bright Gas Naik, Pertamina Sumbagut Pastikan Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Normal
Baca juga: NASIB 4 Siswa di Jabar Putus Sekolah Demi Jadi Tulang Punggung Keluarga, Publik Senggol Dedi Mulyadi
Kata politisi kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan 15 Mei 1942 itu, dirinya meminta agar publik memahami bahwa ceramah yang ia sampaikan adalah ceramah Ramadan yang digelar di masjid kampus, artinya hanya dihadiri oleh umat muslim dan intelektual, dengan lingkungan terbatas.
Dalam ceramahnya, karena tema yang diangkat adalah tema perdamaian, Jusuf Kalla membahas berbagai konflik di dunia, mulai dari konflik di Eropa, lalu Perang Dunia I, hingga beragam konflik di Indonesia.
Konflik-konflik di Indonesia, kata dia, terjadi karena berbagai faktor, seperti konflik ideologi, konflik wilayah, dan konflik agama.
Lalu, JK pun membahas singkat konflik Poso (1998-2001) dan Ambon (1999-2002) sebagai contoh konflik agama di Indonesia.
"Satu menit saja, saya jelaskan konflik karena agama, itu antara lain Ambon," ucapnya.
Lantas, Jusuf Kalla menjelaskan makna kata 'mati syahid' yang ia pakai saat membahas akar utama konflik berdarah di dua daerah tersebut.
Mulanya, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2024-2029 ini menyebut, dirinya tahu betul, bahwa penyebab konflik itu adalah penggunaan narasi agama untuk melakukan kekerasan.
| REAKSI Wardatina Mawa Saat Inara Rusli Diisukan Hamil Anak Insanul Fahmi: Yaudahlah |
|
|---|
| NASIB Dua Bos Sritex Dinilai Lakukan Pencucian Uang, Dituntut 16 Tahun Penjara, Negara Rugi Rp1,3 T |
|
|---|
| Penjelasan Dedy Mulyadi soal Anggaran Rp 22 Miliar Untuk Gaji Pekerja Kebersihan Masjid Al Jabbar |
|
|---|
| DUDUK Perkara Fadly Alberto Tendang Pemain Dewa United, Dulu Dipuji Kini Terancam Sanksi |
|
|---|
| BBM Non-subsidi Naik, Menteri Bahlil Sebut Harga Bensin Pertalite dan Solar tak Ada Perubahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-soal-ijazah-jokowi.jpg)