Berita Viral
DUDUK Perkara Fadly Alberto Tendang Pemain Dewa United, Dulu Dipuji Kini Terancam Sanksi
Manajer Bhayangkara U20, Yongki Pandu Pamungkas mengatakan jika pemain asal Papua Barat itu terpancing hingga melakukan tendangan.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah duduk perkara Fadly Alberto tendang pemain Dewa United hingga viral di media sosial.
Nama Fadly Alberto kini menjadi sorotan publik.
Bukan karean pujian, namun aksinya melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United.
Baca juga: BBM Non-subsidi Naik, Menteri Bahlil Sebut Harga Bensin Pertalite dan Solar tak Ada Perubahan
Padahal sebelumnya Fadly Alberto Hengga mencuri perhatian pecinta sepak bola Indonesia saat ia turut menyumbangkan gol ketika Timnas U-17 menghadapi Yaman.
Saat Timnas U-17 berlaga dengan Yaman pada Piala Dunia U-17 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Jedah Arab Saudi Senin (7/4/2025), Fadly Alberto Hengga menyumbangkan gol kedua di menit ke 26.
Namun kini Alberto terancam sanksi akibat kekerasan yang dilakukan.
Baca juga: Ini Jadwal dan Besaran Gaji ke-13 ASN-Polri-TNI Tahun 2026
Manajer Bhayangkara U20, Yongki Pandu Pamungkas mengatakan Alberto terpancing oleh provokasi dan ucapan bernada rasis.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore di Stadion Citarum, Semarang, saat Bhayangkara U20 menghadapi Dewa United U20 dalam laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U20.
Fadly Alberto melakukan tendangan kungfu ke arah pemain cadangan Dewa United, yang langsung memicu keributan massal antar kedua tim.
Menurut Yongki, pertandingan berjalan normal hingga menit ke-81 ketika Bhayangkara kebobolan gol yang dianggap offside.
Situasi memanas karena protes terhadap wasit, hingga akhirnya terjadi adu mulut antar pemain.
Pemain Dewa United diduga memukul pemain Bhayangkara, kemudian ada provokasi dan tendangan dari pihak lawan sebelum Fadly bereaksi.
Meski begitu, Yongki menegaskan bahwa pihak klub tidak membenarkan tindakan Fadly, namun menjelaskan latar belakang emosional yang memicu aksi tersebut.
"Pada prinsipnya kami tidak membenarkan apa yang dilakukan pemain kami. Itu tindakan yang tidak baik, apalagi di level usia muda," ujar Yongki, dikutip dari Tribun Jateng, Senin (20/4/2026).
"Di situ ada provokasi. Pemain kami terpancing emosi, apalagi situasi pertandingan sedang panas karena kami tertinggal," sambungnya.
Baca juga: Ikatan Alumni FISIP USU Gelar Rembug Nasional, Ajak Alumni Hadir ke Kampus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Fadly-Alberto-Hengga-tendangan-kungfu-panda.jpg)