Iran Vs Amerika Serikat

Iran Makin Tak Gentar Diultimatum Trump Diminta Buka Selat Hormuz, Siapkan Pintu Neraka

Ali Abdollahi Aliabadi, menyebut ancaman Trump sebagai bentuk ketidakberdayaan sekaligus kebodohan Amerika Serikat. 

TRIBUN MEDAN/WIKIMEDIA COMMONS
Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi milik Prancis berhasil melintasi Selat Hormuz. Menurut data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut meninggalkan Teluk dan berlayar menuju lepas pantai Muscat, Oman, sehari kemudian. 

TRIBUN-MEDAN.com - Iran main keras soal ultimatum yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sehingga ketegangan geopolitik kembali meningkat.

Sebelumnya, Trump diketahui memberikan peringatan tegas kepada Iran dengan batas waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan serta membuka akses di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka melalui platform media sosial miliknya dan langsung memicu reaksi internasional.

“Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social.

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Ayah Pengantin, Dipalak Preman Rp 500 Ribu di Hajatan Berujung Tewas

Ia kemudian mempertegas ancamannya dengan nada yang semakin serius.

"Waktu hampir habis, 48 jam sebelum semua malapetaka menimpa mereka," sambungnya.

Menanggapi ultimatum tersebut, pihak Iran tidak tinggal diam dan justru memberikan balasan yang jauh lebih keras.

Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi Aliabadi, menyebut ancaman Trump sebagai bentuk ketidakberdayaan sekaligus kebodohan Amerika Serikat

Pernyataan itu mencerminkan sikap tegas Iran yang menolak tekanan dari pihak luar.

Lebih jauh, Aliabadi bahkan melontarkan ancaman balasan yang menyasar infrastruktur militer Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel.

Baca juga: Balas Ancaman Trump, Iran: Pintu Neraka yang Terbuka Untukmu

“Jika musuh AS-Zionis melakukan agresi apa pun, kami akan, tanpa batasan, menjadikan semua infrastruktur yang digunakan oleh tentara teroris AS, serta infrastruktur rezim Zionis, sebagai sasaran serangan terus-menerus dan dahsyat,” ancam Aliabadi, dikutip dari Al Jazeera.

Ia juga menutup pernyataannya dengan peringatan keras yang bernada simbolis namun mengandung ancaman serius.

"Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untukmu," sambungnya.

Situasi ini pun semakin mempertegang hubungan kedua negara dan memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih besar.

Meski demikian, ancaman Trump selama perang dengan Iran kali ini bukan yang pertama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved