Makan Bergizi Gratis

Puluhan Siswa dari 4 Sekolah Dirawat Usai Santap Menu MBG, Wakil Ketua BGN Minta Maaf

Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah sekolah mendapat perawatan medis karena keracunan makanan usai santap MBG

Editor: Juang Naibaho
DOK DINKES TOBA
KERACUNAN MBG - Tim medis saat mengevakuasi siswa SMP Negeri 1 Laguboti ke rumah sakit karena diduga keracunan MBG, Rabu (15/10/2025). Insiden keracunan makanan usai santap MBG juga dialami 72 siswa dari empat sekolah sekolah di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah sekolah di Duren Sawit, Jakarta Timur, mendapat perawatan medis diduga karena keracunan makanan usai santap Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (2/4/2026).

Keracunan makanan diduga bersumber dari menu MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

Berdasarkan data 72 korban yang diduga mengalami keracunan tersebut di antaranya dari SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.

Setelah kejadian ini beredar di publik, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf pada Sabtu (4/4/2026).

BGN memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta menghentikan operasional dapur terkait. 

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, pihaknya tetap bertanggung-jawab atas insiden yang terjadi.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini," kata Nanik, Sabtu (4/4/2026).

Nanik memastikan telah menghentikan operasional SPPG tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"SPPG Pondok Kelapa telah kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," ucapnya.

Baca juga: Hormat Prabowo di Depan Foto Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Cium Bayi Anak Serka Ichwan

Nanik menjelaskan, SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan pada Kamis lalu.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. 

"Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik," katanya.

Dgaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. 

Menurutnya, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG. 

Baca juga: Kronologi Santri Dilarang Naik ke Pesawat meski Sudah Antre, Super Air Jet Dilaporkan ke Polda Babel

Cerita Ortu Murid

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved