Makan Bergizi Gratis

Dapur MBG Ditutup Imbas Joget Rp6 Juta/Hari, Hendrik Minta Maaf ke Prabowo, Singgung Nasib Relawan

Setelah operasional SPPG miliknya dibekukan, Hendrik Irawan kembali muncul menyampaikan permintaan maaf.

Editor: Juang Naibaho
TikTok Hendrik Irawan
SPPG DITUTUP - Nama Hendrik Irawan menjadi sorotan publik setelah video dirinya joget sambil pamer penghasilan Rp 6 juta per hari dalam program MBG, viral di media sosial. Kini setelah operasional SPPG miliknya dihentikan sementara, Hendrik muncul menyampaikan permintaan maaf. 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menghentikan sementara dapur MBG milik Hendrik Irawan.

Keputusan ini diambil menyusul kegaduhan publik akibat konten media sosial yang diunggah Hendrik.

Ia diketahui mengelola 7 SPPG, namun baru 1 dapur MBG yang beroperasi yakni SPPG Pangauban di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hendrik menjadi kontroversial setelah videonya joget-joget sambil pamer penghasilan Rp 6 juta per hari dari dapur MBG, viral di media sosial. Setelah videonya viral, Hendrik juga mengancam melaporkan sejumlah akun netizen ke kepolisian.

Kini setelah operasional SPPG miliknya dibekukan, Hendrik kembali muncul menyampaikan permintaan maaf.

Ia mengaku terkejut lantaran aksi joget viralnya di ruangan SPPG serta pernyataannya mengenai insentif harian berujung pada sanksi administratif yang berat.

Hendrik secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Ia mengaku terpukul terkait nasib para pekerja di dapur MBG miliknya.

"Saya prihatin bagaimana nasib relawan saya yang selama ini benar-benar semangat. Apalagi ini habis Lebaran, saya merasa sedih," ucapnya.

Melalui akun TikTok-nya, Hendrik Irawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait aksi joget-jogetnya yang dinilai tak pantas. 

“Pagi ini saya diberhentikan oleh ibu Nani, selaku Wakil BGN. Mungkin netizen ada yang merasa puas atau bagaimana tidak apa-apa. Yang penting saya sudah meminta maaf beberapa kali,” ucap Hendrik.

Ia mengaku bahwa aksi joget-jogetnya di dapur SPPG ini memicu reaksi publik yang besar. 

Namun, menurutnya, aksi itu bukanlah pelecehan terhadap program MBG. 

“Saya tidak pernah ada melecehkan program Bapak Prabowo Subianto, tidak ada sedikitpun ingin melecehkan rakyat Indonesia,” dalih Hendrik.

Nanik Tegaskan SPPG Bukan Bisnis

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, pihaknya tak hanya menyayangkan tindakan Hendrik, tapi juga marah. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved