Makan Bergizi Gratis

Aturan Baru MBG Kini Disalurkan 5 Hari Seminggu, Kecuali Daerah 3T, Berikut Penjelasan BGN

BGN menetapkan kebijakan MBG kini disalurkan selama lima hari sekolah dalam seminggu, kecuali di daerah 3T

|
Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Menu MBG lele mentah yang ditolak SMAN 2 Pamekasan karena bau amis pada Senin (9/3/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kebijakan baru bahwa MBG kini disalurkan selama lima hari sekolah dalam seminggu, kecuali di daerah 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. (KOMPAS.COM/Fathor Rahman) 

TRIBUN-MEDAN.com - Aturan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah kembali berubah.

Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kebijakan baru bahwa MBG kini disalurkan selama lima hari sekolah dalam seminggu, kecuali di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

"Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin sampai Sabtu. Ini merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/3/2026).

BGN menekankan pentingnya pendataan yang cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus ini. 

Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi acuan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah timur Indonesia.

"Tim kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran," kata Dadan.

Pendataan ini mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah. 

Provinsi di wilayah timur, Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting yang masih tinggi.

"Integritas data sangat penting karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi," tuturnya.

Baca juga: Mobil Distribusi MBG Dijadikan Angkut Sampah, BGN Hentikan Operasional SPPG 02 Siriwini

Melalui kebijakan ini, BGN berharap seluruh anak sekolah, utamanya yang berada di daerah 3T dan rawan stunting tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup dan mendukung pertumbuhan optimal, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi Program MBG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp 40 triliun per tahun.

Efisiensi tersebut direncanakan dilakukan dengan mengurangi jumlah hari operasional yakni lima hari dalam sepekan dari sebelumnya yang enam hari.

“Kan biasanya seminggu (MBG) enam hari, dia (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp40 triliun setahun,” kata Menkeu Purbaya.

Baca juga: Dapur MBG Ditutup Imbas Joget Rp6 Juta/Hari, Hendrik Minta Maaf ke Prabowo, Singgung Nasib Relawan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto ngotot menjalankan program MBG tanpa adanya pemotongan anggaran meski Indonesia terdampak krisis energi global buntut konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Prabowo beralasan, realokasi anggaran MBG dikhawatirkan akan jadi lahan korupsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved