Makan Bergizi Gratis

Usai Santap Makan Bergizi Gratis Masuk Rumah Sakit, Puluhan Siswa dan Guru Keracunan di Jaktim

Puluhan siswa, guru, dan ortu murid dari 4 sekolah di Jakarta Timur, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Menu MBG lele mentah yang ditolak SMAN 2 Pamekasan karena bau amis pada Senin (9/3/2026). Puluhan siswa, guru, dan orangtua murid dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG pada Kamis (2/4/2026). (KOMPAS.COM/Fathor Rahman) 

TRIBUN-MEDAN.com - Insiden dugaan keracunan siswa dan guru akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.

Kali ini puluhan siswa, guru, dan orangtua murid dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG.

Tercatat sebanyak 72 korban mengalami gangguan kesehatan demam, panas, mual, muntah, diare usai menyantap MBG diberikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis (2/4/2026).

Orangtua murid berinisial Z, mengatakan kasus dugaan keracunan tersebut bermula ketika anaknya dan para siswa lain mendapatkan MBG dengan menu spageti, tumis sayur, stroberi.

"Biasanya menunya nasi. Anak-anak jarang dimakan. Nah kebetulan hari itu menunya spageti, anak-anak mungkin suka jadi banyak yang langsung dimakan di sekolah," kata Z, Sabtu (4/4/2026).

Berdasarkan keterangan anak Z yang mengkonsumsi MBG di sekolah tidak ada bau atau tekstur yang janggal pada makanan. 

Secara kasat mata menu yang disajikan tampak normal.

Namun beberapa waktu setelah mengkonsumsi MBG tersebut para murid hingga guru mengalami gangguan kesehatan, sehingga mereka harus dibawa ke fasilitas kesehatan.

Bahkan sejumlah orangtua murid yang turut mengkonsumsi MBG pada hari itu karena mendapatkannya dari sang anak turut mengalami gangguan kesehatan serupa.

"Anak saya makannya enggak terlalu banyak, eggak habis. Tapi itu aja dia masih demam. Rata-rata sih (keluhannya) demam, pusing, paling parah ada sesak juga, ada yang sesak," ujar Z.

Usai kejadian Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah melakukan pengambilan sampel MBG yang dikonsumsi anak-anak dan guru untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni menuturkan hingga kini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

"(Terdampak) Ada murid, guru dan orangtua. (penyebab) Masih dicurigai, karena hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanannya belum keluar," tutur Puji Wahyuni.

Berdasarkan data 72 korban yang diduga mengalami keracunan tersebut berasal dari SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07, Duren Sawit.

BGN Minta Maaf

Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf atas kejadian dugaan keracunan usai santap menu MBG di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved