Banjir Aceh
DERITA Ratusan KK Korban Banjir Aceh Masih Tinggal di Tenda Darurat, Huntara Baru Tahap Cek Lokasi
Huntara bagi warga Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, ternyata belum juga dimulai.
TRIBUN-MEDAN.com - Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, ternyata belum juga dimulai.
Ratusan kepala keluarga (KK) sampai saat ini masih hidup dalam kondisi serba terbatas di pengungsian.
Selain warga Leubok Pusaka, nasib serupa juga dialami penyintas banjir di Desa Buket Linteung dan di sejumlah kecamatan lainnya di Aceh Utara. Total ribuan KK yang masih tinggal di tenda atau gubuk darurat.
Dilansir Serambinews, saat ini korban banjir yang masih mengungsi, terbanyak berada di Kecamatan Langkahan.
Baca juga: Lebaran di Tenda Pengungsian, Hati Irma Perih Dengar Ratapan Sang Anak, Mak Sampai Kapan di Sini?
Keuchik Leubok Pusaka, Janni, Jumat (27/3/2026), mengatakan bahwa dari total 764 KK yang tersebar di 10 dusun, lima di antaranya dusun definitif, 560 KK di antaranya terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400 KK lebih mengalami kerusakan rumah kategori berat hingga hanyut terbawa arus.
“Sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan, dan mereka sudah kembali ke rumah masing-masing setelah melakukan perbaikan,” ujar Janni.
Saat ini, sebanyak 101 KK telah menempati huntara yang tersedia.
Namun, masih terdapat lebih dari 300 KK yang belum mendapatkan tempat tinggal layak.
Mereka terpaksa bertahan di berbagai kondisi pengungsian yang tersebar, tidak terpusat di satu lokasi.
“Ada yang mendirikan gubuk darurat dengan atap dan dinding terpal, sebagian menggunakan kayu, ada juga yang tinggal di rumah saudara, bahkan terpaksa menyewa rumah,” jelasnya.
Baca juga: Prabowo Klaim Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda, Irma Menangis Ditanya Anaknya Sampai Kapan di Sini?
Menurut Janni, rencana pembangunan huntara tambahan bagi ratusan KK tersebut hingga kini masih berada pada tahap awal, yakni penyediaan lahan.
Ia menyebutkan, sebelum Idulfitri lalu, pihak dari Kantor Pertanahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah meninjau lokasi, namun belum ada tindak lanjut signifikan.
“Terakhir sebelum Lebaran, baru sebatas pengecekan lokasi. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan pembangunan huntara dimulai. Kalau Huntap (hunian tetap) apalagi, huntara saja belum berjalan,” katanya.
Kondisi ini juga berdampak pada suasana sosial masyarakat, termasuk perayaan Idulfitri yang terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
| Menko Pratikno Sebut 65 Persen Sekolah di Aceh Akan Beroperasi Lagi, Mualem Perpanjang Masa Tanggap |
|
|---|
| PENGAKUAN Kabid Dinkes Aceh Utara, Berkali-kali Minta Bantuan Alkes ke Kemenkes Tapi Tak Digubris |
|
|---|
| Disuruh Prabowo Copot Bupati Aceh Selatan, Jawaban Mendagri Tito Karnavian: Bisa, Pak |
|
|---|
| Pengakuan Mirwan Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah saat Banjir, Ditelepon Mendagri Ternyata Tanpa Izin |
|
|---|
| Warga Aceh Tamiang Minum Air Banjir Campur Teh, Kesulitan Air Bersih, BBM Rp 80 Ribu/Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tenda-darurat-pengungsi-korban-banjir-Aceh-Utara.jpg)