Banjir dan Longsor di Sumatera

Prabowo Klaim Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda, Irma Menangis Ditanya Anaknya 'Sampai Kapan di Sini?'

Presiden Prabowo bilang korban bencana Sumatera tak lagi hidup di tenda pengungsian, namun ternyata tak sesuai fakta di lapangan

Editor: Juang Naibaho
IST
LEBARAN DI TENDA - Irmahayani bersama anaknya berada di dalam tenda pengungsian di Kampung Benuaraja, Aceh Tamiang yang kondisinya sudah sangat tidak layak. (Serambinews.com/RAHMAD WIGUNA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat di lingkaran Istana tentang korban bencana Sumatera tak lagi hidup di tenda pengungsian, menuai sorotan publik karena tak sesuai fakta di lapangan.

Prabowo menyebut pemulihan pascabencana di Aceh berlangsung cepat. Setelah empat bulan, tidak ada lagi penyintas yang tinggal di tenda pengungsian. 

Faktanya, para pengungsi masih hidup di tenda pengungsian.

Jeritan pilu para korban banjir itu pun beredar di media sosial (medsos).

Salah satunya disuarakan Waracantika, warga Desa Sekumur, Aceh Tamiang. 

Ia menegaskan, kondisi di lapangan masih jauh dari klaim Prabowo. Hingga kini masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian karena belum tersedianya hunian sementara yang layak.

“Kami masih menggunakan tenda pak, hunian sementara belum ada di Desa Sekumur, hanya ada 5 persen saja, itu pun belum ada atap sama sekali,” ujar Waracantika melalui media sosialnya, dikutip Selasa (24/3/2026).

Ia juga meminta pemerintah untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Bukan cuma terima laporan.

“Bapak dengarkan keluhan masyarakat ini, bapak lihat sendiri bagaimana menderitanya kami, kedinginan dan kepanasan di sini,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Iman Suhery tidak memungkiri masih ada penyintas yang tinggal di tenda pengungsian.

”Namun, seharusnya tidak ada lagi penyintas di tenda karena sudah mendapat hunian sementara (huntara), dana tunggu hunian, atau bantuan perbaikan rumah dari pemerintah,” kata Suhery, Minggu (22/3/2026) dikutip dari Kompas.id.

Suhery menyebut, mereka sudah menemui para penyintas yang masih tinggal di tenda pengungsian. Mereka meminta agar para penyintas yang sudah mendapatkan bantuan tidak lagi tinggal di tenda.

Kisah Pengungsi Rayakan Idul Fitri di Tenda

Di saat sebagian besar umat muslim merayakan hangatnya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga di rumah, suasana berbeda justru terasa di Kampung Benuaraja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Di tepi jalan raya yang berdebu, sebuah tenda sederhana menjadi saksi bisu lebaran yang jauh dari kata layak.

Di dalam tenda itu, Irmahayani (41) merayakan hari ketiga Idul Fitri bersama suami dan dua anaknya, Nazwa Humaira (8) dan Mikhaila Mauliza (1).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved