Banjir Aceh

Warga Aceh Tamiang Minum Air Banjir Campur Teh, Kesulitan Air Bersih, BBM Rp 80 Ribu/Liter

Jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah 7 jiwa, dari sebelumnya 45 jiwa, kini menjadi 57 jiw dari data laporan Aceh Tamiang.

|
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Salah satu Kabupaten/Kota terdampak banjir dan longsor adalah kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Aceh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa di Aceh Tamiang terus bertambah seperti diberitakan Serambinews pada Sabtu (6/12/2025).

Peningkatan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, yang melaporkan penambahan korban jiwa setelah proses evakuasi dan pencarian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah 7 jiwa, dari sebelumnya 45 jiwa, kini menjadi 57 jiw dari data laporan Aceh Tamiang.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 151 warga Aceh masih dinyatakan hilang dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat bencana besar yang melanda sejak akhir November 2025.

Aceh Tamiang saat ini berada dalam kondisi darurat bencana.

BANJIR SUMATERA - Kisah Erik Anders di Agam temukan jasad sang ibu masih mengenakan mukena usai banjir bandang.
BANJIR SUMATERA - Kisah Erik Anders di Agam temukan jasad sang ibu masih mengenakan mukena usai banjir bandang. (Istimewa/Humas BNPB)

Ribuan warga masih mengungsi, akses bantuan belum sepenuhnya pulih, dan pemerintah bersama TNI/relawan terus berupaya membuka jalur serta memulihkan fasilitas vital.

Tak hanya akses jalan dan listrik yang terputus, tempat tersebut juga banyak dipenuhi sekali kayu gelondongan.

Selain itu, banyak korban banjir yang belum menerima pasokan makanan maupun air bersih. 

Ferry Irwandi Warga Aceh Tamiang Minum Air Banjir Campur Teh

Sementara itu, konten kreator Ferry Irwandi juga menjelaskan situasi di Aceh Tamiang. Dia mengunjungi wilayah tersebut dan memposting di akun Youtube.

Perjuangan warga untuk bertahan hidup terungkap begitu menyayat hati.

Banyak di antara mereka mengaku sudah berhari-hari tak makan dan terpaksa minum air banjir karena tidak ada akses air bersih sama sekali.

“Air bersih enggak ada, Pak. Bahkan kami minum air banjir itu. Kami rebus, kadang kami campur bubuk teh supaya jangan bau kali lumpurnya,” ujar seorang warga kepada Ferry, seorang konten kreator dan tim relawan memasuki kawasan tersebut.

Tak hanya kesulitan air bersih, warga juga mengaku tidak memiliki listrik dan jaringan komunikasi selama hampir satu minggu.

Desa gelap total, membuat aktivitas malam hari sangat terbatas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved