Banjir Aceh

PENGAKUAN Kabid Dinkes Aceh Utara, Berkali-kali Minta Bantuan Alkes ke Kemenkes Tapi Tak Digubris

Permintaan bantuan yang diajukan Dinas Kesehatan Aceh Utara kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai saat ini tak kunjung digubris.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Aceh Utara, Mahzar mengungkapkan permintaan bantuan yang dilayangkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai saat ini tak kunjung digubris, Minggu (21/12/2025). (KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO) 

Ringkasan Berita:Bantuan Tak Kunjungan Diberikan
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara berkali-kali minta bantuan alat kesehatan, bahan habis pakai, dan mesin generator listrik ke Kemenkes pasca banjir 26 November 2025.
  • Namun, hingga memasuki pekan ketiga, belum ada bantuan dari Kemenkes.
  • Permintaan sudah diajukan sejak rapat daring pertama pascabanjir.
  • Seluruh peralatan kesehatan di puskesmas telah dibersihkan namun tidak bisa disterilkan sehingga tidak layak digunakan untuk penanganan pasien. 

 

TRIBUN-MEDAN.com - Permintaan bantuan yang diajukan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai saat ini tak kunjung digubris.

Dinkes Aceh Utara sudah berkali-kali meminta alat kesehatan, bahan habis pakai, dan mesin generator listrik ke Kemenkes pasca banjir 26 November 2025.

Namun, hingga memasuki pekan ketiga, belum ada bantuan dari Kemenkes.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Utara, Mahzar, Minggu (21/12/2025), menyebutkan bahwa sejak rapat daring pertama pascabanjir hingga hari ini, permintaan sudah dilaporkan ke Kemenkes, namun belum ada tindak lanjut bantuan.

“Dalam rapat dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin juga sudah kita laporkan. Kita butuh minimal sekali, alat kesehatan, bahan habis pakai, emergency kit. Itu tidak ada sampai sekarang,” katanya. 

Ia mencontohkan, seluruh peralatan kesehatan di puskesmas telah dibersihkan namun tidak bisa disterilkan sehingga tidak layak digunakan untuk penanganan pasien. 

Selain itu, sebagian besar alat kesehatan hilang tersapu banjir.

Contoh lain adalah mesin generator listrik. Hingga hari ini, suplai listrik masih terjadi pemadaman bergilir. 

“Bahkan Puskesmas Langkahan belum menyala sama sekali, sementara kami harus mengaktifkan minimal Instalasi Gawat Darurat (IGD) di 19 puskesmas paling parah terdampak banjir,” katanya. 

Untuk itu, ia meminta agar Kemenkes RI segera mengirimkan bantuan agar korban banjir bisa mendapat layanan kesehatan yang memadai.

Dengan segala keterbatasan yang ada, seluruh puskesmas terdampak banjir telah mengaktifkan layanan minimum. 

“Minimal IGD kami aktifkan dulu sehingga korban banjir tahu ke mana bisa berobat selain dibantu tim relawan di posko pengungsian,” katanya. 

Operasi penuh selama 24 jam itu, sambung Mahzar, mengikuti instruksi Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil. 

“Kami maksimalkan dengan segala keterbatasan yang ada, kami harap pemerintah pusat bisa mendukung pemulihan sektor kesehatan,” ujarnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved