Berita Viral

Sosok SAN Pelaku Pembunuh Rahmadani Siagian di Hotel, Warga Tembung yang Masukkan Jasad ke Boks

SAN berasal dari Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan mengenal korban lewat aplikasi kencan.

TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
PEMBUNUH WANITA DALAM BOKS - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, memaparkan peran SAN saat menghabisi nyawa teman kencannya, di Polrestabes Medan, Selasa (17/3/2026). Sebelum ditangkap saat akan kabur, SAN diketahui sempat menginap di rumah pacarnya usai menghabisi nyawa Rahmadani. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sosok berinisial SAN (19) pelaku pembunuh wanita muda Rahmadani Siagian yang memasukkan jasadnya di dalam boks kontainer menjadi sorotan.

Siapa sebenarnya SAN, sudah berani membawa wanita dan check-in di hotel.

Sebelum dibunuh, korban sempat menolak permintaan seksual pelaku yang menyimpang. Korban pun mengalami tindakan kekerasan fisik yang berujung maut.

Jasad wanita berinisial R itu, ditemukan di dalam boks kontainer pada Senin (9/3/2026) lalu. 

R merupakan korban pembunuhan yang terjadi di sebuah hotel di Medan dan jasadnya dibuang ke bantaran sungai.

Baca juga: Paket THR Pegawai SPPG Bikin Heboh, Ada iPhone Kelas Atas, Publik Pertanyakan Anggarannya

Pra Rekonstruksi Pembunuhan Gadis Muda Dalam Boks Kontainer, Satu Pelaku Dihadirkan
Pra Rekonstruksi Pembunuhan Gadis Muda Dalam Boks Kontainer, Satu Pelaku Dihadirkan (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Pelaku utama pembunuhan merupakan teman kencan korban berinisial SAN (19) yang ditangkap pada Minggu (15/3/2026).

Pelaku lain yakni SHR yang membantu membawakan boks kontainer dan membuang jasad.

SAN berasal dari Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan mengenal korban lewat aplikasi kencan.

Mereka janjian bertemu di sebuah hotel di Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan motif pembunuhan yakni SAN meminta hubungan seksual yang tidak wajar untuk memuaskan fantasinya.

Baca juga: Oknum Kepling di Medan Barat Ditangkap, Jadi Bandar Sabu dan Transaksi di Rumah Rekan Sejawat

"Tersangka memiliki obsesi karena menonton video aksi seksual dengan tidak wajar melalui salah satu aplikasi," paparnya.

Pembunuhan dilakukan seorang diri dengan cara memiting leher korban.

"Katanya emosi, pelaku memiting dan melilit leher pelaku menggunakan selendang. Dari kain inilah yang membuat terungkapnya kasus ini terang benderang," lanjutnya.

Wajah SAN terekam CCTV hotel masuk berdua dengan korban, namun saat keluar hotel sendirian.

"Di sinilah terjadi tindakan pidana yang dilakukan oleh tersangka. Mulai dari tindakan kekerasan seksual, hingga melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved