Berita Viral

ANDRIE Yunus Alami Gangguan Penglihatan di Mata Sebelah Kanan Akibat Zat Asam Air Keras

Kondisi aktivis Andrie Yunus korban penyiraman air keras cukup memprihatinkan. 

Kompas.com
Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus saat ditemui di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi aktivis Andrie Yunus korban penyiraman air keras cukup memprihatinkan. 

Andrie mengalami luka bakar di wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan. 

Andrie yang merupakan Wakil Koordinator KontraS disiram oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Andrie dirawat di RSCM.  

"Pasien datang ke IGD RSCM dini hari sekitar pukul 12 malam, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," kata Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

Kata Yoga, Andrie mengalami gangguan penglihatan pada mata kanan.

Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi.

Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. 

"Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan," tuturnya.

Baca juga: Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 5 Kg Sabu ke Jakarta, Mahasiswi Ditangkap di Hotel Medan

Baca juga: Pengemudi Sexy yang Tabrak Warung di Pasar Kaget Kota Binjai Negatif Narkoba, Padahal Sempat Positif

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh dan trauma kimia pada mata kanan dengan tingkat keparahan tingkat tiga pada fase akut. 

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.

Tim medis telah melakukan pencucian area yang terpapar bahan kimia, pembersihan jaringan rusak pada mata kanan, serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan membantu proses penyembuhan. 

Perawatan lanjutan meliputi pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, serta terapi untuk menjaga tekanan bola mata.

Menurut Yoga, kondisi umum korban saat ini stabil dan tidak dalam keadaan mengancam jiwa, namun penanganan medis masih akan terus dilakukan secara bertahap.

"Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan."

"Selanjutnya pasien dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan," tuturnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved