Berita Viral
Viral Minum Oli di Sulawesi Tenggara, Bahaya Pneumonitis Mengintai
Poison Control menyebut bahwa meminum oli bisa menimbulkan masalah kesehatan serius bagi paru-paru.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Sebuah video viral minum oli beredar luas di media sosial sepekan terakhir
- Tampak sejumlah orang yang sedang merayakan Lebaran 2026 minum oli motor jenis dua tak bertuliskan Pertamina Mesrania
- Menurut dokter, aktivitas minum oli sangat berbahaya bagi kesehatan
- Minum oli bisa menyebabkan pneumonitis
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sebuah video viral minum oli saat momen Lebaran 2026 beredar di media sosial.
Usut punya usut, ternyata video viral minum oli itu terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Dalam video yang beredar, sejumlah pria tampak duduk bersama sambil menikmati kue lebaran.
Mereka menyantap buras, makanan khas dari Sulawesi.
Baca juga: Awal Mula Oknum Jaksa Todongkan Pistol ke Satpam, Polda Didesak Tuntaskan Kasus
Terlihat seorang pria memegang dan membuka oli yang masih berada di dalam kemasan.
"Jadi menunya ini buras, konro, campur oli," kata seorang pria dalam video yang viral di media sosial.
Terlihat bahwa oli yang diminum itu untuk motor jenis dua tak, bertuliskan Pertamina Mesrania.
Oli tersebut sempat dituang di dalam cawan berwarna emas.
Baca juga: Gaji Pensiunan PNS 2026 Apakah Naik? Ini Rincian yang Bakal Diterima
Seorang diantaranya lalu mengambil dan meminum dari cawan emas tersebut.
Lantas, apa bahayanya bagi kesehatan?
Bisa Menyebabkan Pneumonitis
dr. Adam Prabata, dokter umum Indonesia yang dikenal sebagai edukator kesehatan, influencer medis, dan peneliti di bidang kardiologi, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) menyebutkan dalam unggahannya, bahwa efek paling berbahaya akibat menelan oli adalah pneumonitis.
Baca juga: 3 Bos Travel Diperiksa KPK soal Aliran Dana Korupsi Kuota Haji, Maktour Raup Untung 28 Miliar
Pneumonitis adalah peradangan pada jaringan paru-paru, khususnya kantung udara kecil (alveoli), yang sering disebabkan oleh iritan bukan infeksi menular seperti pneumonia.
Pneumonitis lebih sering dipicu reaksi alergi atau hipersensitivitas terhadap debu organik, bahan kimia, atau zat iritan udara
"Kondisi ini menyebabkan peradangan paru berat dan dapat berujung hingga kematian," tulis dr Adam Prabata di akun media sosial miliknya @adamprabata, dilihat pada Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 7 April 2026, Kota Medan Berpotensi Dilanda Hujan Sedang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/viral-minum-oli-di-Sulawesi-Tenggara.jpg)