Berita Viral

Israel Dapatkan Serangan Keras, Presiden AS Berupaya Jalin Komunikasi dengan Iran, Namun Ditolak

Israel mendapatkan serangan keras dari Iran. Wilayah Galilea di Israel Utara dilaporkan hancur lebur setelah digempur rudal salvo

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X
Suasana Kota Tel Aviv, Israel, luluh lantak dibombardir pasukan Iran dan Proxynya. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Israel mendapatkan serangan keras dari Iran. Wilayah Galilea di Israel Utara dilaporkan hancur lebur setelah digempur rudal salvo oleh pasukan Iran dan Hizbullah sejak Jumat (13/3/2026).

Serangan roket yang terjadi dalam tiga gelombang berturut-turut saat fajar tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada lebih dari 300 rumah di wilayah Galilea.

Media Israel melaporkan bahwa jumlah serangan di wilayah utara meningkat pesat, yang memicu ketegangan antara pemerintah setempat dengan pasukan tentara Israel. Selain wilayah Galilea, sebuah bangunan di daerah Kiryat Tivon dekat kota Haifa juga dilaporkan rusak terkena roket.

Serangan rudal yang diluncurkan dari Iran turut menargetkan kawasan Eiliat dan Lembah Arava secara bersamaan. Satu hari sebelumnya, drone-drone Iran dilaporkan berhasil menyerang menara kendali di Pangkalan Udara Palmachim yang berlokasi di dekat Tel Aviv. Pangkalan strategis ini merupakan tempat disiagakannya sistem pertahanan udara David's Sling serta unit UAV Hermes 900.

Gempuran masif dari Iran dan proxynya ini menandai peningkatan intensitas konflik di kawasan tersebut, di mana fasilitas militer dan pemukiman di Israel Utara menjadi target utama operasi.

Presiden AS Coba Menjalin Komunikasi dengan Iran

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Iran di tengah konflik bersenjata yang kini telah memasuki minggu ketiga.

Meski demikian, Trump menilai Teheran belum benar-benar siap untuk menyepakati perjanjian demi mengakhiri perang. "Ya, kami sedang berbicara dengan mereka," ujar Trump kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One, sebagaimana dilansir AFP, Senin (16/3/2026). 

Pernyataan tersebut muncul saat Trump ditanya mengenai upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang kini telah meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Konflik yang bermula dari serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari tersebut kini mengguncang pasar global usai Teheran memblokade Selat Hormuz.

Serangan tersebut juga membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, beserta puluhan pejabat tinggi Iran lainnya. 

Walaupun mengonfirmasi adanya pembicaraan, Trump tidak merinci lebih lanjut mengenai sifat dari diskusi yang sedang berlangsung. "Namun, saya rasa mereka belum siap. Tapi mereka sudah semakin dekat (untuk siap)".

Di sisi lain, Trump juga mengungkapkan keraguan pribadinya untuk mencapai kesepakatan saat ini.  

"Pertama-tama, tidak ada yang tahu dengan siapa Anda berurusan, karena sebagian besar kepemimpinan mereka telah terbunuh," kata Trump.

Kendati demikian, dia tetap bersikeras bahwa pihak Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan. "Mereka sangat ingin membuat kesepakatan,"tegasnya. 

Iran membantah

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved