Berita Viral
Bripda Masias Akui Lalai Hilangkan Nyawa Arianto Tawakkal, Tetap Dipecat Coreng Nama Institusi Polri
Dalam sidang etik tersebut, Mesias menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf secara terbuka.
TRIBUN-MEDAN.com - Bripda Masias Siahaya mengakui bersalah dan lalai dalam kematian Artianto Tawakal, siswa Madrasah Tsanawiyah di Tual.
Hal itu ia katakan di ruang disiplin Bidang Propam Polda Maluku pada Selasa (24/2/2026).
Di hadapan majelis Kode Etik Profesi Polri, seorang anggota Brimob berdiri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ia adalah Bripda Masias Siahaya, personel Batalyon C Pelopor.
Kasus yang menjeratnya menjadi sorotan publik setelah dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar di Kota Tual berujung pada kematian korban.
Baca juga: Kebakaran Tempat Hiburan Malam HIO di Kisaran, Api Merambat ke Lantai Atas, Manager: Ada Ledakan
Dalam sidang etik tersebut, Mesias menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf secara terbuka.
“Saya juga memohon maaf kepada institusi Polri dan Korps Brimob yang saya banggakan,” kata Mesias Siahaya.
Dengan suara yang tertahan, ia meminta agar kemarahan publik tidak diarahkan kepada institusi tempatnya bertugas.
“Tolong lampiaskan semua kemarahan kepada saya, jangan kepada institusi ini. Ini perbuatan saya,” tambahnya.
Baca juga: Tanggapan Mabes Polri soal Peran Brimob Dibatasi, Aksi Arogan Menewaskan Arianto Tawakal
Ia mengakui kelalaiannya telah menyebabkan hilangnya nyawa Arianto Tawakkal, seorang siswa Madrasah Tsanawiyah di Tual, dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya merenggut nyawa korban, tetapi juga mencoreng nama baik kepolisian, khususnya Korps Brimob.
“Karena perbuatan saya, nama baik institusi menjadi jelek di mata masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya kepada institusi, Bripda Mesias Siahaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, masyarakat Kei, serta warga Kota Tual yang terdampak oleh peristiwa tersebut.
Ia menyadari perbuatannya telah menimbulkan luka mendalam dan kegelisahan di tengah masyarakat.
Baca juga: DPR Peringkatkan Menkeu Purbaya Soal Blacklist Tyas Alumni LPDP: Harus Mengacu Aturan Berlaku
Dalam keterangannya di hadapan majelis, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menganiaya Arianto Tawakkal, apalagi sampai menghilangkan nyawa korban.
Bripda Masias Menyesal Tewaskan Pelajar SMP
Bripda Masias Akui Lalai Bertugas
Bripda Masias Dipecat
| Saiful Mujani Klarifikasi Pernyataan Jatuhkan Prabowo: Itu Political Engagement |
|
|---|
| Catatan Kriminal Pembunuh Ayah Pengantin di Purwakarta, Dikenal Preman Kampung Pernah 3 Tahun Dibui |
|
|---|
| Alasan Gubernur Kaltim Anggarkan Rp 25 Renovasi Rumah Dinas, Rudy Masud: Supaya Lebih Efisien |
|
|---|
| Tanggapan Kantor Staf Kepresidenan Wacana Penjatuhan Presiden Prabowo, Pernyataan Saiful Mujani |
|
|---|
| Ngototnya Jaksa Kasasi Perkara Delpedro, Sempat Diperingatkan Menko Yusril Jangan Cari Alasan Kasasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bripda-Masias-Victoria-Siahaya-brimob.jpg)