Berita Viral
Tanggapan Mabes Polri soal Peran Brimob Dibatasi, Aksi Arogan Menewaskan Arianto Tawakal
Aksi brutal oknum Brimob Bripda Masias Siahaya terhadap seorang anak di Tual Maluku menuai kritikan.
Ringkasan Berita:Tuntutan Peran Brimob Dibatasi
- Oknum Brimob Bripda Masias Siahaya aniaya seorang anak di Tual Maluku menuai kritikan.
- Anggota Brimob Bripda Masias dianggap bertindak terlalu berlebihan, arogan.
- Arianto dihantam pakai helm saat patroli balap liar
- Korban terjatuh, kondisinya mengenaskan hingga akhirnya meninggal.
- Mabes Polri menanggapi tuntutan agar peran Brimob dibatasi
TRIBUN-MEDAN.com - Aksi brutal oknum Brimob Bripda Masias Siahaya terhadap seorang anak di Tual Maluku menuai kritikan.
Korban merupakan siswa MTsN Malra yang bernama Arianto Tawakal (14).
Anggota Brimob Bripda Masias dianggap bertindak terlalu berlebihan, arogan.
Arianto dihantam pakai helm saat patroli balap liar pada Kamis (19/2/2026).
Korban terjatuh, kondisinya mengenaskan hingga akhirnya meninggal.
Brimob pun jadi sasaran kritik hingga muncul desakan agar peran satuan Brigade Mobile (Brimob) dibatasi di tengah masyarakat.
Desakan tersebut muncul dari Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur.
Hal itu menyusul kematian Siswa MTsN Malra Arianto Tawakal (14) yang dipukul menggunakan helm oleh Bripda Masias Siahaya Anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku hingga meninggal dunia.
Respons Mabes Polri
Mabes Polri merespons usulan itu, Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir menerangkan bahwa sejarah jejak kehadiran dan pengabdian Brimob Polri di tengah-tengah masyarakat sangat panjang.
Menurutnya, Brimob hadir mulai dari penanganan tanggap darurat bencana alam seperti di Sumut, Aceh dan Sumbar yang masih tergelar sampai sekarang.
"Hingga kepada pelayanan dan perlindungan keselamatan masyarakat pada tahapan penghentian konflik sosial," ujar Irjen Johnny kepada wartawan Selasa (24/2/2026).
BKO Brimob Polri kuga kerap berfungsi sebagai penguatan dan pelapisan kepada satuan-satuan kewilayahan khususnya polres/ta jajaran yang bertujuan memastikan perlindungan keamanan dan keselamatan masyarakat.
"Polri berterima kasih dan mengapresiasi setiap masukan dan kritikan konstruktif dari setiap elemen masyarakat," ujar mantan Kapolrestabes Medan tersebut.
Hal itu menjadi perhatian Polri sebagai institusi sipil yang terbuka di era demokrasi - supremasi sipil dengan nilai-nilai HAM, supremasi hukum dan prinsip transparansi serta akuntabilitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bripda-Mesias-Siahay-anggota-Brimob-Batalyol-C-Pelopor-Polda-Maluku.jpg)