Berita Viral

PRESIDEN Trump Disebut Bingung Gegara Iran Tak Kunjung Menyerah Meski Telah Dikepung Militer AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut bingung terhadap sikap petinggi Iran

|
Editor: AbdiTumanggor
Tangkapan Layar Video
Dalam sebuah video wawancara, Presiden Trump menanggapi pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran yang mengatakan bahwa mereka tidak akan menyerah. (Tangkapan Layar Video) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut bingung terhadap sikap petinggi Iran yang hingga saat ini belum mau "menyerah". 

Padahal militer Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan angkatan laut besar-besaran ke wilayah Teluk. Langkah Donald Trump tersebut bertujuan menekan Teheran agar segera menyepakati poin-poin krusial terkait program nuklirnya.

Anehnya, bukannya "menyerah", justru Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) malah melakukan uji coba rudal pertahanan udara Sayyad-3G.

Uji coba rudal ini dilakukan di tengah latihan militer "Smart Control" yang digelar di wilayah strategis Selat Hormuz.

Dikutip dari Anadolu Minggu (22/2/2026), IRGC merilis video rekaman yang menunjukkan peluncuran dari sistem pertahanan udara Sayyad-3 berbasis darat yang dikenal sebagai Sayyad-3G.

Peluncuran tersebut dilakukan dari atas kapal perang Shahid Sayyad Shirazi.

Rudal Sayyad-3G dibekali dengan kemampuan peluncuran vertikal (vertical launch system) dan dilaporkan mampu menjangkau hingga 150 kilometer.

Otoritas Iran mengeklaim, sistem ini dirancang untuk menciptakan "payung" pertahanan udara regional guna melindungi kapal-kapal militer kelas Shahid Soleimani.

Sebagai catatan, versi dasar Sayyad-3 berbasis darat pertama kali diuji coba pada Desember 2016 dengan jangkauan 120 kilometer, panjang enam meter, dan bobot mencapai 900 kilogram.

Sementara, rudal Sayyad-3G memiliki kemampuan peluncuran vertikal dan dilaporkan mampu menjangkau 150 kilometer.

Seiring dengan Latihan “Smart Control” itu, Iran sempat menutup sebagian wilayah Selat Hormuz dengan alasan keamanan. 

Iran mengeklaim, latihan militer tersebut sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan di selat tersebut.

Sebelumnya, pada negosiasi kedua, Iran mengeklaim telah mencapai kesepahaman dengan Amerika Serikat mengenai prinsip-prinsip panduan utama terkait program nuklir Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, usai menjalani serangkaian pembicaraan tidak langsung di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/2/2026). 

Meski menyebut ada kemajuan, Araghchi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan kedua belah pihak. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved