Berita Viral
Kasus Siswa SD Gantung Diri, Terungkap Bukan Hanya Tak Bisa Beli Buku Tulis dan Pulpen, Tapi Juga. .
Kasus kematian YBR (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026), menjadi sorotan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Atip Latipulhayat menyatakan, kejadian tersebut menjadi keprihatinan bersama bagi dunia pendidikan. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga, guru, dan seluruh warga sekolah. Ini bukan sekadar peristiwa biasa, tetapi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya memperhatikan kesejahteraan psikososial anak,” ujar Wamen Atip dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).
Menurut Wamen Atip, kondisi emosional anak dipengaruhi banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Karena itu, negara, sekolah, dan orang tua perlu menghadirkan ruang yang aman agar anak merasa didengar dan dihargai.
Kemendikdasmen mencatat bahwa murid yang wafat merupakan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan telah disalurkan sesuai mekanisme. Namun, Wamen Atip menegaskan bahwa perlindungan anak dari keluarga rentan tidak boleh berhenti pada aspek finansial semata.
“Dukungan biaya pendidikan penting, tetapi pendampingan psikososial, perhatian moral, dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif jauh lebih menentukan bagi anak,” jelas Wamen Atip.
Saat ini, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan kepada keluarga. Dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya juga sedang disiapkan.
“Kami memastikan keluarga tidak berjalan sendiri. Koordinasi lintas sektor dilakukan agar mereka mendapatkan akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan,” lanjut Wamen Atip.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa satuan pendidikan bersama orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka dengan anak. Anak perlu merasa aman untuk mengekspresikan kondisi emosionalnya tanpa rasa takut. “Anak-anak harus merasa didengar, dihargai, dan mendapatkan pendampingan yang memadai dalam kesehariannya,” ujar Wamen Atip.
Baca juga: PUKULAN TELAK ke Pemerintah, Murid SD di Ngada Akhiri Hidup Gegara Malu Tak Punya Alat Tulis Sekolah
Kritik Publik terhadap Aparatur Desa
Sementara, publik di media sosial meluapkan kemarahan dan kekecewaan terhadap aparatur desa di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, menyusul meninggalnya YBR (10), siswa kelas IV SD, pada Kamis (29/1/2026).
Mereka menilai aparat desa tidak memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan warga.
Kematian YBR menjadi cermin kegagalan aparat desa dalam menjalankan tugas sosial dan kemanusiaan mereka.
Beragam komentar pedas membanjiri media sosial, menyoroti ketidakadilan dan praktik nepotisme dalam distribusi bantuan sosial.
Daud Mangalla: "Kadang-kadang kepala desa atau lurah lebih mengutamakan keluarganya ketika ada bantuan, seperti bedah rumah dan bantuan beras (raskin). Keluarga kades/lurah dan sekdes yang cepat sekali dapat."
Boy Sungai Tuba: "Komentar Daud Mangalla itu fakta. Tidak salah sama sekali, 100 persen betul."
Wingky Fanu: "Komentar Daud Mangalla betul dan sangat betul. Mana keadilan bagi SELURUH rakyat Indonesia?"
Kasus kematian Siswa SD YBR
Kematian Siswa SD di NTT
Kasus Siswa SD Gantung Diri
Penyebab Siswa SD Bunuh Diri
Tribun-medan.com
Kronologi Siswa SD di NTT Gantung Diri
| Klarifikasi JK soal Isu Kredit Rp30 Triliun Memantik Revolusi Energi: PLTA Kalla vs PLTS Prabowo |
|
|---|
| Ayah Tiri Bejat di Lamongan, Hamili Anaknya yang Masih Berusia 14 Tahun |
|
|---|
| RESPONS Abu Janda Dipolisikan Atas Tuduhan Provokasi Video Jusuf Kalla: Itu Dasar Benci dan Dendam |
|
|---|
| PERNYATAAN Lengkap dr Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi: Tetap Berdiri, Tetap Melawan Tanpa Kompromi |
|
|---|
| TERBARU Pernyataan Roy Suryo Sebut Jokowi Kalah Total, Tak Sudi Lakukan Restorative Justice |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/POTRET-rumah-gubuk-tempat-YBR-hidup-bersama-sang-nenek.jpg)