Berita Viral

Cerita Kelam Bentrok Berdarah Bekasi dan Pembalasan Dendam di Maluku Tenggara, Nus Kei Tewas Ditusuk

Bentrokan maut pada Juni 2019 silam, rupanya melahirkan dendam yang berujung tikaman maut pada 2026.

Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan Kolase
PEMBUNUHAN NUS KEI: Hubungan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei dan Hendrikus atlet MMA yang merupakan pembunuhanya kini tengah jadi sorotan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bentrok berdarah di Bekasi, Jawa Barat, medio Juni 2019 silam, rupanya melahirkan dendam yang berujung tikaman maut pada 2026 di Maluku Tenggara.

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas ditusuk di Bandara Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026).

Pelaku yang diamankan sejauh ini berjumlah dua orang, yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.

Sosok Finis disebut sebagai warga biasa. Sedangkan Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA), yang juga keponakan John Kei. 

Adapun John Kei merupakan figur terkenal di bisnis penagihan utang di Jakarta. John Kei juga terlibat perseteruan panjang dengan Nus Kei, yang tak lain adalah paman kandungnya.

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Motif Dendam

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengatakan, penusukan terhadap Nus Kei dilatari dendam lama terkait insiden berdarah yang terjadi beberapa tahun lalu di Bekasi.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi melansir dari berbagai sumber. 

Catatan Tribunmedan.com, insiden di Bekasi merupakan bentrokan maut antara dua kelompok terkait penguasaan lahan kosong di samping apartemen Metro Galaxy Park, Kota Bekasi, pada 21 Juni 2019. 

Dani Hollat bersama lima orang rekannya berjaga di lahan sengketa tersebut. Kelompok ini diserang pada malam hari oleh sekelompok lainnya yang berjumlah sekitar 20 orang.

Dalam insiden itu, Dani Hollat tewas akibat luka tembak. Sedangkan beberapa orang rekannya terluka kena tembakan dan bacokan.

Belakangan terungkap, insiden ini ternyata menimbulkan dendam bagi Hendrikus dan Finis.

Perseteruan Nus Kei vs John Kei

Kematian Nus Kei yang dilatari motif dendam atas bentrok berdarah di Bekasi beberapa tahun silam, menguak kembali jejak kelam perseteruan dengan John Kei.

Nus Kei dikenal sebagai salah satu tokoh asal Pulau Kei, Maluku, yang berdomisili di Jakarta. Nus Kei merupakan paman dari John Kei, figur terkenal di bisnis penagihan utang di Jabodetabek. Keduanya sama-sama terjun di bisnis tersebut, dan sama-sama pula mereguk kesuksesan.

John Kei mulai menjejakkan kaki di Jakarta sekitar tahun 1990. Dua tahun kemudian, Nus Kei menyusul. 

Nus Kei awalnya tidak langsung tinggal bersama keponakannya itu, tapi di rumah saudara yang lain. Tak beberapa lama, Nus Kei tinggal tak jauh dari rumah yang selama ini dikenal menjadi markas John Kei di Jalan Tytyan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved