Banjir dan Longsor Tapteng

PENGAKUAN Yusna Pohan Trauma Saksikan 43 Tetangganya Meninggal Diterjang Longsor: Saya Sangka Kiamat

Seorang ibu rumah tangga yang terdampak longsor di Sibolga, Yusna Pohan mengaku masih trauma dengan insiden itu. 

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Yusna Pohan, seorang ibu rumah tangga yang selamat dari maut ketika bukit di depan rumahnya longsor menewaskan 43 orang tetangganya pada Selasa 25 November lalu, di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Selasa (9/12/2025). 15 hari usai kejadian, ia masih terngiang-ngiang kebersamaannya dengan para korban. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ibu rumah tangga yang terdampak longsor di Sibolga, Yusna Pohan mengaku masih trauma dengan insiden itu. 

Ia mengira bahwa kiamat sudah datang. 

Ia menyaksikan 43 tetangganya tewas akibat insiden longsor dan banjir bandang di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Selasa (9/12/2025).

Di lokasi, terlihat alat berat ekskavator sedang membersihkan puing-puing bangunan.

Aroma asap alat berat dan aroma tak sedap seperti bau mayat menyeruak dari area bekas longsor.

Ketika diwawancarai, Yusna masih ingat betul bencana longsor yang melanda di depan matanya hingga nyaris merenggut nyawanya.

Sambil mengingat ke belakang, Yusna bercerita pada Selasa 25 November lalu, sekira pukul 18:30 WIB, ia masih beraktifitas seperti biasa.

Usai salat magrib, ia duduk di depan pintu, menghadap ke arah perbukitan yang berjarak 50 meter dari pintu rumah.

Namun tiba-tiba, bukit tersebut longsor menerjang pemukiman tetangga yang berada di lereng bukit.

Baca juga: AKHIRNYA Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Kena Sanksi Tegas dari Menteri Tito: Pemberhentian 3 Bulan

Baca juga: DIDUGA MINTA Setoran dan Pangkas Dana Operasional, Kapolres AKBP William Dicopot, Kini Diperiksa

Seketika, tanpa membawa barang berharga apapun, ia, suami dan anaknya langsung bergegas keluar rumah, menyelamatkan diri.

Saat kejadian, ia mengira itu adalah datangnya kiamat karena suara bukit longsor seperti suara petir yang menggelar memekakkan telinga.

"Habis magrib kami duduk. Saya di depan pintu dan tiba-tiba jatuhlah gunungnya dari atas sana membuat kami terkejut,"kata Yusna Pohan, Selasa (9/12/2025).

"Berasap gunung itu pas roboh kebawah. Macam petir. Kami sangka, apa ini mau kiamat,"sambungnya.

Ketika melihat bukit tersebut longsor, ia tidak sempat lagi melihat tetangganya.

Ia, suami dan anaknya hanya fokus menyelamatkan diri agar tidak tertimbun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved