Banjir dan Longsor Tapteng
Tiga Bersaudara di Tapanuli Tengah Terus Mencari Ibu yang Hilang Tersapu Banjir Bandang
20 hari banjir di Hutanabolon Tapteng berlalu, jasad ibu belum ditemukan, anak blak-blakan tim sar hanya 3 kali mencari.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Tria Rizki
Pilu, 20 Hari Banjir di Hutanabolon Tapteng Berlalu, Jasad Ibu Belum Ditemukan, Anak: Tim Sar Hanya 3 Kali Mencari
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah remaja beserta anak-anak muda terlihat sedang beristirahat di Posko Simpang Sipange-Hutanabolon Kabupaten Tapanuli Tengah.
Wajah mereka terlihat kelelahan kaki-kaki mereka pun terlihat masih penuh dengan lumpur.
Berkali-kali terlihat mereka berdiskusi dan menyebutkan nama seorang perempuan yang belum ditemukan hingga hari ini, Minggu (14/12/2025).
Saat didekati, ternyata tiga orang itu merupakan saudara kandung kakak-beradik yang sudah kelelahan mencari ibunya yang hilang di sapu banjir dan longsor di Desa Hutanabolon sejak Selasa (25/11/2025) kemarin.
Kakak yang paling tua, Noverayani Tambunan (24) sambil menarik nafas panjang menceritakan, akibat bencana ini ada ibu dan neneknya yang menjadi korban.
Namun, jasad neneknya tersebut telah berhasil ditemukan dan telah dikebumikan. Sementara sang ibu, hingga hari ini tak kunjung ditemukan.
Penyesalan semakin dalam ia rasakan, karena pada saat kejadian, ia sedang bekerja di Jakarta. Di rumah itu hanya ada adik terakhirnya, ibunya dn neneknya.
"Kami tiga bersaudara. Saya anak pertama. Adik saya yang kedua Cewe namanya Putri Monika Tambunan (18). Saat itu adik saya ini juga sedang berada di Medan. Dan adik bungsu laki-laki, namanya Johanes Tambunan (16). Dialah yang ada di rumah sama ibu dan nenek saya," katanya mengawali cerita.
Menurutnya sang ibu yang bernama Diana Helpriyanti Sitompul, adalah sosok yang baik dan selalu menanyakan keadaan kabarnya di Jakarta.
"Tidak ada tanda-tanda firasat atau maunya kan di mimpikan aku dimana mamak,biar mudah kami nyarinya ini enggak ada," ucapnya sambil menarik nafas dengan nada yang sedikit putus asa sebab sudah 20 hari berlalu.
Dikatakannya, seluruh keluarga sudah ikut mencari jasad sang ibu. Namun memang belum ada tanda-tanda ditemukan. Sementara, Tim Search and Rescue (SAR) ataupun Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hanya melakukan pencarian sebanyak tiga kali di minggu pertama.
"Kami dengar dari pemerintah sudaah diberhentikan pencarian korban yang belum ditemukan. Kalau kata tetangga Basarnas hanya dua atau tiga kali cuman di sini mencari korban hilang. Warga dan keluarga yang bantu pencarian," ucapnya.
Menurutnya, neneknya sudah ditemukan beberapa hari belakang. Itupun lokasi penemuannya sudah jauh dari titik perkampungan.
| PDIP Turunkan Tim Medis di Tengah Luka Bencana Tapteng, Rapidin: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat |
|
|---|
| Hampir Tiga Pekan Pascabanjir Bandang, Penyintas di Tapanuli Tengah Masih Krisis Pakaian |
|
|---|
| Tak Ada Bantuan Baju Laki-laki, Penyintas Banjir Pria di Tapteng Terpaksa Kenakan Busana Perempuan |
|
|---|
| Meski Getir Rumah Hancur Disapu Banjir, Susiani Masih Berkali-kali Ucap Syukur Keluarganya Selamat |
|
|---|
| NASIB Delvita Siregar 2 Pekan di Pengungsian, Rumah Rata Dengan Tanah, Tak Tahu Tinggal Dimana Lagi |
|
|---|