Banjir dan Longsor Tapteng

PDIP Turunkan Tim Medis di Tengah Luka Bencana Tapteng, Rapidin: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, PDIP membawa air bersih, layanan kesehatan, dan kepastian bahwa warga tak dibiarkan berjuang sendirian pasca-bencana.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Tria Rizki

PDIP Turunkan Tim Medis di Tengah Luka Bencana Tapteng, Rapidin: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPTENG - Di tengah sisa lumpur dan rumah-rumah yang belum sepenuhnya pulih dari terjangan bencana, bantuan tak lagi cukup sekadar beras dan mie instan, seperti terpantau pada Minggu (28/12/2025). 

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, PDI Perjuangan memilih hadir lebih jauh dengan membawa air bersih, layanan kesehatan, dan kepastian bahwa warga tak dibiarkan berjuang sendirian pasca-bencana.

Selain menyalurkan bantuan sembako dan air bersih, PDI Perjuangan menurunkan tim dokter dan perawat untuk melaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak.

Program kemanusiaan ini melibatkan seluruh struktur partai, mulai dari DPP, DPD, DPC hingga PAC, menandai kerja gotong royong politik yang bergerak dari pusat hingga akar rumput.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM yang juga anggota Komisi XIII DPR RI ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak di masa tanggap darurat. 

Setiap hari, tim pengobatan gratis yang dimotori Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan berkeliling dari satu lokasi bencana ke lokasi lain.

“Pengobatan ini kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya wabah pasca-bencana, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera bisa tertangani,” ujar Rapidin.

Tak hanya membawa dokter dan obat-obatan, Baguna PDI Perjuangan juga menyiagakan satu unit ambulans yang siap beroperasi selama 24 jam.

Ambulans tersebut disiapkan untuk kondisi darurat, ketika warga harus segera dirujuk atau membutuhkan penanganan cepat.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan medan yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran tim kesehatan menjadi penyangga harapan bagi warga.

Bagi PDI Perjuangan, kerja kemanusiaan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen politik untuk tetap berada di sisi rakyat dalam duka maupun tawa.

“Ini adalah komitmen PDI Perjuangan untuk selalu menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Rapidin.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved