Wartawan Dianiaya
Wartawan yang Dianiaya Sebut Nama Ketua OKP dan Sempat Akan Disuap Soal Kasus Tambang Emas Ilegal
Wartawan yang dianiaya kelompok OKP mengaku sempat akan disuap soal sebelum digebuki ramai-ramai
"Sorenya, Awal kembali menghubungi saya untuk kembali berjumpa karena sudah ada jawaban dari ketuanya (AAN). Dia bilang tak bisa disampaikan lewat telepon, tapi harus berjumpa," ujarnya.
Saat berjumpa dengan Awal, rupanya Alhasar tidak ikut.
Lalu, perbincangan berlanjut.
Tapi saat itu Jefri sudah merasa curiga.
Sebab, Alhasar terlihat gelisah.
Tak berapa lama, setelah Jefri memesan minuman, Alhasar tiba - tiba memberi hormat.
Lalu, Jefri melihat ke belakang, sembari Alhasar tiba - tiba menumbuk wajahnya.
Jefri melihat orang di luar cafe tersebut cukup banyak.
Akan tetapi, yang memukulnya ada beberapa orang saja.
Makanya ia memilih untuk berlari ke dalam cafe.
"Luka ada di pelipis mata. Bengkak di leher. Lutut lecet. Pundak memar - memar, serta lainnya," ungkapnya.
Setelah mendapati kekerasan, ia menelepon Kasat Reskrim Polres Madina untuk melaporkan kejadian.
Tak lama, Kanit Jatanras menghampirinya di lokasi.
Saat itu dirinya mulai merasa aman.
CCTV cafe itu kemudian diambil.
Rekan - rekannya pun menghampiri lokasi.
"Lalu kami ke Polres Madina buat laporan. Ke depan akan melakukan proses hukum atas kejadian ini. Ini harga diri wartawan juga, menjaga marwah wartawan," tutupnya. (cr8/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wartawan-yang-dipukuli-si-Jefri-Barata.jpg)