Wartawan Dianiaya
Wartawan yang Dianiaya Sebut Nama Ketua OKP dan Sempat Akan Disuap Soal Kasus Tambang Emas Ilegal
Wartawan yang dianiaya kelompok OKP mengaku sempat akan disuap soal sebelum digebuki ramai-ramai
Pihaknya pun menggencarkan pemberitaan perihal kejanggalan penanganan kasus AAN tersebut.
Karena diberitakan soal itu, AAN merasa terganggu.
Selanjutnya, ada berita dari pengamat yang terbit agar mendesak AAN ditahan dan barang bukti dipertanyakan kepada Polda Sumut.
"Nah, pada hari Jumat itu saya ditelpon anggotanya AAN. Dibilang AAN mau ngomong. Saya bilang apa itu. Lalu AAN bilang kepada saya tolong lah saudara jangan diberitakan. Bagaimana solusinya. Biar si Alhasar dan Awal yang mengurus sama saudara," katanya.
Lalu Jefri mengatakan, bahwa soal penghentian berita tidak bisa dilakukan, karena dia menggarap kasus ini bersama tim.
"Kubilang sama AAN, aku bersama tim, sehingga tidak bisa memutuskan. Lagian aku harus bilang sama kawan - kawan dulu. Nah, minta ketemu lah jam 13.00 WIB," sambungnya.
Dikatakannya, siang itu ia pun menemui dua anggota AAN yakni Alhasar dan Awal.
Kedua pihak ini bertemu di Pujasera.
Anggota AAN mengucapkan bagaimana solusi agar tidak diberitakan lagi.
"Anggotanya bilang bagaimana lah pengamanannya. Oh, saya bilang, saya tidak bisa ngomong, maaf. Nanti diduga pemerasan pula. Itu saya bilang ke anggota AAN," ucapnya
Jefri membenarkan bahwa anak buah AAN sempat mengimingng - imingi uang (tanpa menyebutkan angka). Tapi ia tidak mau karena ada tim yang bekerja untuk melakukan pemberitaan.
"Ku bilang kalau mereka yang minta, ya mereka lah yang lempar bola. Baru kubilang ke kawan - kawan. Kalau aku yang disuruh sebutkan angka, enggak lah. Aku enggak mau," sebutnya.
Selain itu, ia juga tidak ingin dituduh melakukan pemerasan.
Dikatakannya, pertemuan pada siang hari itu pun berakhir tanpa solusi yang diinginkan anggota AAN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wartawan-yang-dipukuli-si-Jefri-Barata.jpg)