TRIBUN WIKI
Masjid Lama Gang Bengkok: Sejarah Keislaman dan Budaya Tionghoa yang Menyatu
Masjid Lama Gang Bengkok di Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan adalah satu diantara masjid tertua di Medan.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Warga Kota Medan tentunya sudah tidak asing lagi dengan Masjid Lama Gang Bengkok.
Masjid yang terletak di Jalan Masjid, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara ini menjadi satu diantara masjid tertua di Kota Medan.
Masjid yang sekarang menjadi ikon wisata di Kota Medan ini awalnya cuma berbentuk musala saja.
Baca juga: Cap Go Meh 2026: Tanggal, Makna, dan Sejarah yang Perlu Anda Ketahui
“Terdapat sumur pertama di Medan di dalam masjid ini, yang berasal dari tahun 1700-an dengan diameter 2x2 meter dan kedalaman 20 meter,” kata Silmi Tanjung, pengurus masjid, Rabu (18/2/2026).
Sejarah Berdirinya Masjid Lama Gang Bengkok
Keberadaan bangunan Masjid Lama Gang Bengkok berawal dari sebuah musala kecil yang ada di Gang Bengkok.
Karena keberadaannya sangat penting bagi umat Islam, pihak terkait kemudian memutuskan untuk membangun masjid di sana.
Tokoh Tionghoa yang cukup mahsyur di Kota Medan, yakni Kapten Tjong A Fie kemudian membiayai pembangunan masjid ini.
Baca juga: Sejarah PT Garuda Mas Perkasa, Pabrik Sendal Merk Swallow yang Kebakaran
Kapten Tjong A Fie adalah seorang pengusaha sukses, bankir, dan tokoh penting dalam sejarah Kota Medan, Sumatera Utara.
Selain peran dari Tjong A Fie, pihak yang ikut terlibat dan berperan penting dalam pembangunan Masjid Lama Gang Bengkok adalah Syeikh Muhammad Yacob (ulama Mandailing) dan Mufti Syeikh Hasan Maksum.
Keduanya mendukung penuh pembangunan Masjid Lama Gang Bengkok, yang masih bisa disaksikan masyarakat hingga saat ini.
Corak Beragam Budaya
Masjid Lama Gang Bengkok memiliki arsitektur yang unik.
Baca juga: Sejarah 1 Desember HUT OPM yang Kerap Diatensi Aparat Hukum
Masjid ini memiliki corak beragam budaya.
Arsitekturnya menggabungkan gaya Melayu, Persia, dan Tionghoa.
Bila dilihat dari bagian atap masjid yang melebar dan melengkung, maka ini menunjukkan simbol seperti kelenteng.
Kemudian, dari corak yang menonjolkan kuning dan hijau, tak lain mewakili budaya atau menonjolkan masyarakat Melayu dan Islam.
Baca juga: 10 Masjid Tertua di Indonesia yang Menjadi Sejarah Perjalanan Islam di Nusantara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Masjid-Lama-Gang-Bengkok-Medan-ikon-sejarah-dan-wisata.jpg)