Cap Go Meh

Cap Go Meh 2026: Tanggal, Makna, dan Sejarah yang Perlu Anda Ketahui

Cap Go Meh adalah perayaan tradisional masyarakat Tionghoa yang jatuh pada malam tanggal 15 bulan pertama kalender lunar.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN
CAP GO MEH- Ilustrasi perayaan Cap Go Meh yang diadakan pada hari ke 15 setelah Tahun Baru Imlek. 

Ringkasan Berita:
  • Cap Go Meh merupakan tradisi penutup perayaan Imlek, yang selalu dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dan menjadi bagian penting budaya Tionghoa
  • Cap Go Meh 2026 diperkirakan jatuh pada 3 Maret 2026, karena Imlek 2577 Kongzili disebut berlangsung pada 17 Februari, sehingga hari ke-15 jatuh pada tanggal tersebut
  • Secara makna, Cap Go Meh dikenal sebagai Festival Lampion, melambangkan akhir rangkaian Imlek, keseimbangan yin-yang, rasa syukur, serta harapan akan keselamatan kemakmuran

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Perayaan Tahun Baru Imlek tak lepas dari tradisi Cap Go Meh.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Cap Go Meh akan dirayakan pada hari ke 15 setelah Tahun Baru Imlek.

Pertanyaannya, kapan Cap Go Meh tahun 2026 berlangsung?

Baca juga: Apa Itu Epstein Files Library Hingga Bikin Murka Donald Trump ke Wartawan? Simak Penjelasannya

Rangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang.
Rangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang. (KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN)

Menurut kalender Masehi, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa (17/2/2025).

Bila perayaan Cap Go Meh digelar pada hari ke 15 dari Tahun Baru Imlek, maka perayaan ini akan berlangsung pada 3 Maret 2026.

Lantas, apa itu Cap Gomeh?

Penjelasan Tentang Cap Go Meh

Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien (Cha̍p-gō͘-mê), yang secara harfiah berarti "malam ke-15".

Baca juga: Apa Itu Saham Gorengan? Ini Alasan Kenapa Investor Pemula Harus Waspada

Ini adalah Festival Lampion (Yuánxiāo jié dalam Mandarin), simbol akhir perayaan Imlek selama 15 hari, di mana orang berbagi kebahagiaan, makanan, dan harapan untuk keselamatan serta kemakmuran.

Secara filosofis, perayaan ini melambangkan kesatuan yin-yang, menerangi kegelapan, dan syukur atas panen.

Tidak hanya itu, momen ini juga sering dikaitkan dengan lahirnya dewa langit Siang Goan Thian Koan.

Baca juga: Apa Itu Red Notice Interpol untuk Riza Chalid? Simak Penjelasannya

Siang Goan Thian Koan, juga disebut Goan Siauw atau Siong Guan Thian Kuan, merupakan salah satu dari Tiga Penguasa Alam (bersama Tiong Goan Tee Koan untuk bumi dan Hee Goan Sui Koan untuk udara).

Pada malam Cap Go Meh (tanggal 15 bulan pertama kalender lunar), dewa ini diyakini turun ke bumi untuk memberikan rahmat, berkah, dan keselamatan kepada umat manusia.

Dalam tradisi, ia melambangkan perwujudan spiritual, harmoni yin-yang, dan syukur atas kehidupan, sering dihormati melalui ritual di klenteng.

Atraksi barongsai meriahkan perayaan Cap Go Meh di Delipark Mall Medan, Sabtu (24/2/2024).
Atraksi barongsai meriahkan perayaan Cap Go Meh di Delipark Mall Medan, Sabtu (24/2/2024). (TRIBUN MEDAN/HUSNA)

Baca juga: Libur Tahun Baru Imlek 2025, Taman Cemara Asri Deli Serdang Dipadati Pengunjung

Umat ​​menyajikan lentera, makanan seperti tangyuan, dan hiburan untuk menghibur roh dewa, memohon panen berlimpah serta pengusiran malapetaka.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved