TRIBUN WIKI

Sejarah PT Garuda Mas Perkasa, Pabrik Sendal Merk Swallow yang Kebakaran

PT Garuda Mas Perkasa (GMP) adalah perusahaan alas kaki, khususnya sandal karet dan plastik dengan merek Swallow.

|
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Google Map
PABRIK SENDAL- PT Garuda Mas Perkasa (GMP) adalah pabrik sendal merk Swallow yang sudah berdiri sejak tahun 1973. 

Ringkasan Berita:
  • PT Garuda Mas Perkasa (GMP) adalah pabrik sandal merek Swallow yang sudah berdiri sejak 1973
  • Perusahaan ini beralamat di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan
  • Pabrik sandal ini didirikan oleh Agut Djaja bersama tiga putranya: Akila Anggono, Eliah Anggono, dan Alexander Effendy

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- PT Garuda Mas Perkasa (GMP) yang ada di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, kebakaran pada Selasa (27/1/2026) malam.

PT Garuda Mas Perkasa (GMP) adalah perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur alas kaki, khususnya sandal karet dan plastik dengan merek Swallow.

Mereka memiliki lebih dari ratusan pekerja.

Baca juga: Sejarah Roti O, yang Kini Heboh Soal Pembayaran Uang Tunai

KEBAKARAN PABRIK SWALLOW - Kebakaran hebat yang melanda pabrik ban dan sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, terus meluas hingga Rabu (28/1/2026) dini hari.
KEBAKARAN PABRIK SWALLOW - Kebakaran hebat yang melanda pabrik ban dan sandal Swallow di Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, terus meluas hingga Rabu (28/1/2026) dini hari. (TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani)

Terkait insiden kebakaran ini, belum dapat dipastikan dari mana sumber api.

Hanya saja, seluruh gedung dan isi bangunan hangus terbakar.

Belum ada keterangan resmi mengenai kerugian dalam insiden ini.

Namun, ditaksir kerugian mencapai miliaran rupiah.

Baca juga: Sejarah 1 Desember HUT OPM yang Kerap Diatensi Aparat Hukum

Hingga Rabu (28/1/2026) pagi, asap hitam masih muncul dari lokasi kebakaran.

Sejarah PT Garuda Mas Perkasa (GMP)

PT Garuda Mas Perkasa (GMP) dimulai sebagai UD Garuda Mas Perkasa pada 1973 di Tanjung Mulia, Medan, Sumatera Utara, dan resmi menjadi PT pada 1984.

Perusahaan ini didirikan oleh Agut Djaja bersama tiga putranya: Akila Anggono, Eliah Anggono, dan Alexander Effendy, yang memproduksi sandal dengan merek awal Swan dan Maruzen sebelum fokus pada Swallow sejak 1976.

Baca juga: Asal Usul Nama Jembatan Kabanaran yang Awalnya Jembatan Pandansimo, Dikaji Atas Nilai Sejarah

Petugas kebakaran kota Medan berusaha memadamkan kebakaran yang menghanguskan yang bangunan digunakan sebagai pabrik, di Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (27/1/2026).
Petugas kebakaran kota Medan berusaha memadamkan kebakaran yang menghanguskan yang bangunan digunakan sebagai pabrik, di Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (27/1/2026). (TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar)

Pada 1973, mereka terinspirasi sandal karet ala Jepang pasca-Perang Dunia II dan mulai produksi kecil-kecilan di Medan.

Ekspansi ke Jakarta dilakukan pada 1982 oleh Alexander Effendy dan Eliah Anggono, diikuti peresmian pabrik pada 1987 oleh Menteri Perindustrian Hartarto dan Menteri Tenaga Kerja Sudomo.

Pada 1990, Akila Anggono membuka cabang di Surabaya, sementara Alexander Effendy memimpin sebagai Direktur Utama di Medan hingga kini.

Baca juga: Sejarah Sekolah Pahoa Gading Serpong yang Berdiri Sejak Penjajahan Belanda

Swallow menjadi merek utama GMP, terbuat dari 100 persen karet alami berkualitas internasional, dan kini dikenal sebagai "sandal sejuta umat" terbesar di Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved