Sumut Terkini

Istirahat Sebentar di Travoy 65, Terbang Kemudian dari Kualanamu

Mereka bergegas ke toilet, masjid, tempat makan, pendopo hingga melepas lelah di kursi pijit.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Sejumlah kendaraan memasuki Rest Area Travoy 65 B di Tol MKTT, Serdangbedagai, Sumut, Senin (27/4/2026). Rest area ini menjadi tempat istirhat pengunjung yang hendak menuju Bandara Internasional Kualanamu. 

Dikatakannya, makna  rest area travoy berkelanjutan, tidak harus adanya pembangunan rest area baru. Tetapi perbaikan, penambahan fasilitas publik yang membuat perjalanan masyarakat menjadi penuh arti. 

“Bisa kita awali dari pengolahan sampah yang berkelanjutan. Mungkin tahun ini kita akan membuat pengelolaan sampah masih sebatas pemilahan,tapi gak tertutup kita akan melakukan pencacahan. Karena memang kami juga ditargetkan sampah yang keluar di rest area itu hanya 20 persen. Sehingga sisanya 80 persen bisa di produksi ulang.

Kita juga sudah melakukan sosialisasi dengan pelaku UMKM dan retail untuk memisah sampah dan melakukan penimbangan di rest area ini ,”ucapnya.

Selain itu lanjutnya, untuk rest area berkelanjutan, mereka berencana akan menjadikan rest area sebagai tempat belanja seperti yang ada di pulau Jawa. 

“Untuk membangun hotel belum ya, karena keluar dari tol ini sudah banyak hotel dan di bandara juga ada fasilitas hotel. Namun kita ingin, rest area ini seperti di Bandung, menjadi tempat belanja. Mungkin nanti kita akan bekerjasama dengan beberapa perusahaan baju dan tempat bermain anak. Ini akan kami bahas dengan pihak JMRB,” ucapnya.

Apalagi, katanya Rest Area 65 ini sudah dijadikan tempat menu makan siang para pekerja kantoran sekitar Kabupaten Sergai di hari kerja. Untuk itu ia ingin membuat rest area menjadi tujuan utama dalam kebutuhan sehari-hari masyarakat. 

“Kedepan juga kita akan memasang cctv traffic Count untuk menghitung jumlah pengunjung ke rest area karena setiap tahunnya, rest area ini mengalami peningkatan trafic sebesar 5 persen.”jelasnya.

Sementara Region Head VI PT Jasamarga Related Business (JMRB) David Perkasa Batubara, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan pengisian tenant yang sesuai dengan minat pengunjung. Ini dilakukan untuk mewujudkan travoy rest berkelanjutan.

“Saat ini memang dalam proses pembahasan dengan beberapa calon potensial tenant. Selain membuka kesempatan kepada UMKM untuk melakukan usaha di rest area, kami juga fokus pada pengembangan area lahan dengan target market tenant yang lebih besar. Dengan adanya tenancy mix yang baik dapat memenuhi ekosistem travoy yang membuat perjalanan pengunjung lebih berarti,”ucapnya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Benjamin Gunawan menilai, kehadiran travoy rest dapat membantu peningkatan ekonomi pelaku UMKM. Hanya saja, yang perlu diperhatikan, apa yang hendak dijual dan siapa pasarannya. 

“Dari  sisi desain tempat usaha para pelaku UMKM,  rest area travoy 65 ini sudah cukup strategis dan berkelanjutan. Hanya pelaku usaha perlu lakukan kajian barang apa yang cocok dijual di sana,”tutupnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved