Sumut Terkini
Istirahat Sebentar di Travoy 65, Terbang Kemudian dari Kualanamu
Mereka bergegas ke toilet, masjid, tempat makan, pendopo hingga melepas lelah di kursi pijit.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
Pantauan Tribun Medan, dari seratusan kendaraan yang mampir ke rest area travoy 65 B, tak ada satupun terlihat kesulitan saat memarkirkan kendaraannya. Selain karena area kantong parkir yang lebar, petugas keamanan juga terlihat sigap membantu.
Setelah memarkirkan kendaraan, para pengunjung ada yang langsung menuju toilet, ada juga yang menuju swalayan atau sekadar duduk santai bahkan ada yang langsung ke area kursi pijit elektrik yang telah disediakan.
Satu diantara pengunjung, Syahdan Lubis (32), warga Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang hendak pergi ke Jakarta. Ini kali pertama ia berangkat ke Jakarta dari Bandara Internasional Kualanamu.
Diceritakan Syahdan, penerbangannya ke Jakarta pukul 13.3O WIB. Ia harus tiba di Bandara Kualanamu dua jam sebelum keberangkatan atau pukul 11.00 WIB.
Sementara ia tiba di rest area 65 B pukul 08.00 WIB. Sehingga masih memiliki waktu 2 jam lagi untuk bersantai di rest area.
“Saya baru pertama mesan tiketnya dari Bandara Kualanamu biasanya saya langsung dari Bandara Udara Dr Ferdinand Lumban Tobing, Tapteng. Tapi kata kawan saya sekarang, di tol MKTT ada rest area yang bisa untuk rehat tanpa perlu sewa hotel dan lain-lain.
Tadi agak deg-degan, karena takut telat. Rupanya saya tanya satpam dari sini ke bandara hanya 30 menit. Malah saya ada waktu 2 jam lagi,”jelasnya kepada Tribun Medan.
Dikatakannya, sebelum ada rest area, ia harus berangkat, satu hari sebelum jadwal penerbangannya. Kemudian, harus rehat ke Medan, untuk cari penginapan.
Sementara jarak dari Medan Kota, ke Bandara Kualanamu juga habiskan waktu perjalanan 1 jam.
“Walaupun sekarang sudah ada tempat penginapan ketika keluar tol, kami memilih rehat atau nunggu sampai subuh di rest area ini. Karena kalau istirahat di bandara harganya mahal kali. Kalau rest area ini bisa dibilang singgah sejenak sebelum terbang,”ucapnya.
Menurut Syahdan, kehadiran Rest Area Travoy 65 cukup membantu mereka yang tinggal di kabupaten/kota di Sumut. Perjalanan mereka jadi lebih hidup, hangat dan penuh arti.
“Sejak ada rest area, bisa jadi healing hemat. Kehangatan keluarga dengan makan bersama, menikmati momen, tidur dan mandi di rest area bahkan makan pop mie menjadi lebih mahal, bermakna dan penuh arti yang selalu ingin dilakukan setiap kali kembali ke Sumut. Karena petugasnya pun siap siaga membantu kita,”jelasnya.
Bukan Sekadar Tempat Singgah, jadi Tujuan Utama Perjalanan
Berbeda halnya dengan Syahdan, Rinaldi (24) beserta teman-temannya memilih rehat sejenak di rest area travoy 65A .
Mereka menjadikan rest area ini menjadi tujuan utama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Rantauparapat. Baginya rest area ini sudah menjadi tempat pemberhentian wajib para Gen-Z di Sumut.
| 4 Bulan Terakhir, Satres Narkoba Polres Langkat Ungkap 127 Kasus dengan 147 Tersangka |
|
|---|
| Hari Buruh dan Libur Panjang, Tol Simpang Panei Dibuka 1-3 Mei 2026 |
|
|---|
| Kejaksaan Tahan Kadis Kesehatan Nias Rahmani Oktaviani Zandroto Kasus Pembangunan RSU Rp 38 Milliar |
|
|---|
| Kejaksaan Tahan Kadis Kesehatan Nias Perkara Pembangunan RSU Rp 38 Milliar |
|
|---|
| Tegas, Pemkab Samosir Tertibkan Wilona Villa Tanpa Izin di Kawasan Wisata Tuktuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-kendaraan-memasuki-Rest-Area-Travoy-65-B-di-Tol-MKTT.jpg)