Sumut Terkini
Istirahat Sebentar di Travoy 65, Terbang Kemudian dari Kualanamu
Mereka bergegas ke toilet, masjid, tempat makan, pendopo hingga melepas lelah di kursi pijit.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.C0M,MEDAN- Singgah sejenak, lalu terbang kemudian. Kalimat itu menjadi alasan para pelancong untuk beristirahat sejenak di Rest Area Travoy 65 di Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tingi (MKTT) sebelum terbang dari Bandara Internasional Kualanamu.
Setelah menempuh perjalanan sepanjang hari dari berbagai kota di Sumut, mereka punya tempat untuk melepas lelah di rest area yang dikembangkan PT Jasamarga itu.
Saat pagi tiba Senin, (27/4/2026), orang-orang turun dari berbagai kendaraan yang berhenti di Rest Area Travoy 65 B.
Mereka bergegas ke toilet, masjid, tempat makan, pendopo hingga melepas lelah di kursi pijit.
Rest Area Travoy 65 yang hanya terpaut 30 menit dari Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, membuat perjalanan para pelancong memiliki kenangan hangat yang penuh arti.
Rest area ini masuk kategori tipe A, yang artinya memiliki fasilitas lengkap dan modern.
Ada dua rest area yang dikelola Jasamarga yakni Rest Area Travoy 65 A (Ambon) dan 65 B (Bandung) yang luas areanya masing-masing mencapai 5 Ha.
Rest area ini menjadi penghubung berbagai kota di Sumut ke bandara. Untuk yang menuju Bandara Intenasional Kualanamu, dinamakan Rest Area Travoy 65 B.
Jarak rest area travoy 65 B menuju Bandara Internasional Kualanamu sekitar 30-35 KM. Untuk itu, rest area ini didesain bagai batas antara jalan bebas hambatan dan kenyamanan terminal udara menjadi samar.
Ini satu di antara cara Jasamarga dalam peningkatan kualitas layanan travoy rest yang berkelanjutan.
Ada berbagai fasilitas yang sama seperti di bandara dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Misal dari segi makanan dan minuman.
Berbagai jenis makanan dan minuman yang cukup populer ada di sini. Selain itu, ada 63 tenant UMKM yang menghadirkan berbagai makanan Indonesia dan makanan khas daerah Sumut dan Aceh, membuat pengunjung bisa memanjakan lidahnya tanpa harus keluar dari tol MKTT.
Selain menu makanan yang lengkap, fasilitas umum, seperti kursi pijat elektrik, tempat ibadah, toilet dengan jumlah 50 bilik yang luas, bersih dan nyaman, pendopo, belasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tempat Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga pengisian angin ban mobil juga tersedia.
Keunggulan rest area ini dengan rest area lain di Sumut, bilik SPBU sudah permanen. Sementara di tempat lain masih portabel dan belum ada tempat pengisian SPKLU untuk kendaraan listrik. Selain itu, tenant tahu sumedang hanya disajikan disini.
Dari sisi swalayan cukup lengkap, ada menu makanan siap saji yang bisa dibakar, direbus dan lain-lain.
| 4 Bulan Terakhir, Satres Narkoba Polres Langkat Ungkap 127 Kasus dengan 147 Tersangka |
|
|---|
| Hari Buruh dan Libur Panjang, Tol Simpang Panei Dibuka 1-3 Mei 2026 |
|
|---|
| Kejaksaan Tahan Kadis Kesehatan Nias Rahmani Oktaviani Zandroto Kasus Pembangunan RSU Rp 38 Milliar |
|
|---|
| Kejaksaan Tahan Kadis Kesehatan Nias Perkara Pembangunan RSU Rp 38 Milliar |
|
|---|
| Tegas, Pemkab Samosir Tertibkan Wilona Villa Tanpa Izin di Kawasan Wisata Tuktuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-kendaraan-memasuki-Rest-Area-Travoy-65-B-di-Tol-MKTT.jpg)