Sumut Terkini
Istirahat Sebentar di Travoy 65, Terbang Kemudian dari Kualanamu
Mereka bergegas ke toilet, masjid, tempat makan, pendopo hingga melepas lelah di kursi pijit.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
“Kampung halaman saya di Rantauprapat, kebetulan kawan-kawan mau ikut. Sudah diagendakan lama. Sebelum ada tol, perjalanan Medan-Rantauprapat menghabiskan waktu 7-8 jam. Sekarang 5-6 jam saja. Itu cukup mengasiyikkan. Apalagi ada rest area ini, perjalanan jadi lebih terasa hangat karena ada tempat ngobrol yang santai,”ucapnya.
Menurutnya, sejak ada rest area banyak anak-anak Gen-Z yang mengabadikan momen sehingga tempat ini jadi cukup instagramable. Bukan hanya itu, mereka juga menyukai menu makanan yang dihadirkan.
“Tempat wajib berhenti, karena ya untuk kasih makan media sosial pertama, tapi alasan lainnya, karena rest areanya cozy banget untuk disinggahi.Toiletnya juga bersih nyaman. Pastinya juga banyak tempat tempat foto yang instagramable. Jadi kalau bagi kami ini hal yang wajib dikunjungi,”jelasnya.
Perjalanan Penuh Arti Dimulai dari Petugas Melayani Sepenuh Hati
Bagi pengguna Rest Area KM 65 A dan 65 B, Perjalanan mereka di rest area menjadi penuh arti, karena hangatnya petugas dalam melayani pengunjung. Hal itu dirasakan oleh Syahdan dan Rinaldi.
Menurut mereka, petugas keamanan sangat sigap membantu bahkan sebelum mereka bertanya.
“Saya bawa keluarga, yang bisa dibilang cukup lansia. Tetapi, petugas satpam gercep tadi membantu kami. Kami baru sampai, satpam langsung arahin untuk parkir kendaraan. Di sini juga ada tempat pejalan kaki difabel/lansia. Begitupun di toiletnya juga ada khusus untuk mereka. satpamnya juga bantu nenek saya tadi, jadi ini cukup berarti bagi kami,”ucap Syahdan.
Hal yang sama juga dirasakan Rinaldi, menurutnya seluruh petugas melayani sepenuh hati mulai dari petugas kebersihan hingga petugas keamanan. Membuat mereka mengenang perjalanan ini.
“Pelayanan petugasnya juga oke, Kita kalau duduk lama, gak diliatin petugas kek diburu-buruin gitu. Jadi pelayanan mereka ini sampai ke hati kami,”ucapnya.
Seorang petugas keamanan Agung mengatakan, pelayanan sepenuh hati diwujudkan dimulai dengan memasang rambu-rambu lalu lintas di setiap sudut kantong parkir, membantu masyarakat yang kebingungan hingga bekerja dengan hati yang ikhlas.
“Saya sudah bekerja di sini dari satu tahun setelah rest area berdiri. Bagi saya, pelayanan sepenuh hati membantu pengunjung, sebelum mereka bertanya dan harus peka dengan kehadiran pengunjung,”ucapnya.
Tingkatkan Kualitas Layanan Travoy Rest yang Berkelanjutan Dimulai Dari Pengolahan Sampah
Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) Thomas Dwiatmanto mengatakan, saat ini pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan travoy rest untuk mewujudkan perjalanan yang penuh arti kepada masyarakat.
“Rest area ini sudah berjalan 6 tahun. Mereka beroperasi secara bertahap di akhir 2019 dan selesai pembangunan secara menyeluruh pada September 2020 dan setelah selesai, segala jenis pengelolaan rest area diserahkan ke PT Jasamarga Related Business (JMRB).
Kita pihak Jasamarga saat ini hanya dibagian pengawasan. Sementara untuk urusan pengisian tenant dan lain sebagainya itu diserahkan ke pihak bisnis,”jelasnya.
| 4 Bulan Terakhir, Satres Narkoba Polres Langkat Ungkap 127 Kasus dengan 147 Tersangka |
|
|---|
| Hari Buruh dan Libur Panjang, Tol Simpang Panei Dibuka 1-3 Mei 2026 |
|
|---|
| Kejaksaan Tahan Kadis Kesehatan Nias Rahmani Oktaviani Zandroto Kasus Pembangunan RSU Rp 38 Milliar |
|
|---|
| Kejaksaan Tahan Kadis Kesehatan Nias Perkara Pembangunan RSU Rp 38 Milliar |
|
|---|
| Tegas, Pemkab Samosir Tertibkan Wilona Villa Tanpa Izin di Kawasan Wisata Tuktuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-kendaraan-memasuki-Rest-Area-Travoy-65-B-di-Tol-MKTT.jpg)