Sumut Terkini
Pemko tak Akan Laporkan Massa yang Robohkan Pagar Kantor Wali Kota Binjai
Banyak yang menilai, sikap diduga tim sukses itu bukannya mendinginkan suasana, malah memperkeruh suasana.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
Sementara itu, salah seorang orator aksi, Edward Gurki, dalam orasinya menuntut janji Wali Kota Binjai pada saat kampanye Pilkada.
"Kami yang tergabung dari beberapa aliansi mahasiswa bersama pedagang kaki lima, menuntut ketidakadilan yang terjadi saat ini di Kota Binjai. Janji Pilkada akan memperjuangkan hak-hak pedagang dan masyarakat kota Binjai, tapi tidak terbukti, dan itu bohong semua," ujar Gurki.
"Para pedagang hanya mencari sesuap nasi, tapi kenapa malah digusur. Mereka juga manusia yang mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya," sambungnya, seraya disambut meriah oleh para pengunjukrasa.
Sementara itu, salah seorang pedagang yang mengaku bernama Firman, dengan suara datar berharap agar Wali Kota Binjai dapat menemui mereka. Namun permintaan itu seolah bertepuk sebelah tangan.
"Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami tau hukum dan kami siap ditata. Tolong kepada Bapak Wali Kota Binjai untuk berjumpa dengan kami walau hanya 5 menit. Apalagi kami sudah sekitar 25 hari tidak berjualan. Bagaimana anak dan istri kami," ujar Firman.
Aksi dorong dorongan pun akhirnya terjadi di depan pintu gerbang Kantor Wali Kota Binjai yang dijaga ketat oleh Satpol PP dan beberapa petugas kepolisian.
Kekesalan para pengunjukrasa memuncak karena Wali Kota Binjai tidak menemui mereka. Bahkan salah seorang pejabat Pemko Binjai yang diutus untuk menerima keluhan massa, malah diusir oleh para pengunjukrasa.
"Kami tidak mau menerimanya. Kami mau Walikota Binjai yang hadir langsung menemui kami," ungkap pengunjukrasa.
Kesal dengan sikap Wali Kota Binjai yang tidak mau menemui mereka, para pengunjukrasa pun merobohkan kedua pintu gerbang Pemko Binjai hingga runtuh.
"Jual sabu dan barak narkoba kenapa gak digusur dan kenapa tidak diberantas. Tapi kenapa kami yang hanya berjualan untuk menghidupi anak dan istri kami, malah digusur," teriak para pengunjukrasa sembari sembari menginjak injak pintu gerbang Pemko Binjai.
Puncak kekesalan massa pun terjadi. Ditengah teriknya panas matahari, massa pun akhirnya menerobos barisan Satpol PP dan masuk ke Kantor Pemko Binjai setelah pintu gerbang berhasil dirobohkan oleh mereka.
Gurki pun menambahkan, mereka akan tetap bertahan hingga tuntutan mereka dikabulkan. Untuk itu, ia mendesak Wali Kota Binjai untuk memberikan solusi kepada para pedagang.
"Kami mendapat informasi kalau Wali Kota Binjai sedang dinas luar. Akhirnya tadi kami berdiskusi dengan pedagang. Hasilnya, kami bersedia bertemu dengan Sekda dan para OPD, namun Wali Kota Binjai harus ikut serta dengan cara video call untuk menentukan sikap," ujar Gukri.
Gurki mencontohkan Bupati Langkat yang bersedia kembali demi warganya walau sudah berangkat untuk melaksanakan tugas diluar.
"Pemimpin seperti itu pantas dicontoh. Demi rakyatnya, beliau mau kembali untuk menemui warganya," kata Gurki.
| Dua Hari tak Masuk Kerja, PNS Kelurahan Tewas di Rumah, Kondisi Tubuh Membengkak |
|
|---|
| Pasca 6 Bulan Bencana, Pendataan BNBA Tak Kunjung Rampung di Tapteng, Ini Kata Pj Sekda Sumut |
|
|---|
| Bapenda Sumut Sebut masih Terapkan Pembebasan Pajak untuk Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Pemenang Tender DJKA Sudah Diatur, PPK Ngaku Dapat Rp 7 Milliar, Hakim Tak Percaya |
|
|---|
| Sampel Menu MBG yang Buat Siswa di Deli Serdang Keracunan Dibawa ke Lab, Seluruh Korban Sudah Pulih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BERDIALOG-Wali-Kota-Binjai-Amir-Hamzah-didampingi-Kapolres.jpg)