Sumut Terkini
Pemko tak Akan Laporkan Massa yang Robohkan Pagar Kantor Wali Kota Binjai
Banyak yang menilai, sikap diduga tim sukses itu bukannya mendinginkan suasana, malah memperkeruh suasana.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Aksi demo mahasiswa dan pedagang kaki lima (PKL) berujung perobohan pagar Kantor Wali Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (27/4/2026) kemarin, membuat segilintir orang berang dan mendesak agar aparat kepolisian menangkap koordinator aksi.
Bahkan Ketua DPD KNPI Binjai, mendesak agar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan, agar mengevaluasi Kapolsek Binjai Kota, AKP Diah Retnosari, yang dinilai gagal menjaga keamanan dan ketertiban umum serta mencoreng kondusifitas daerah.
Informasi yang diperoleh wartawan, segelintir orang yang berang tersebut, diduga tim sukses Wali Kota, Amir Hamzah, dan Wakil Wali Kota, Hasanul Jihadi.
Tak hanya itu, desakan mereka untuk menangkap koordinator aksi, mereka tuangkan dalam unggahan postingan mereka di media sosial (Medsos).
Hasilnya timbul pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.
Banyak yang menilai, sikap diduga tim sukses itu bukannya mendinginkan suasana, malah memperkeruh suasana.
Wali Kota Binjai, Amir Hamzah pun angkat bicata saat diwawancarai wartawan di kantornya usai berdialog dengan para PKL yang ditertibkan Satpol PP.
"Saya tidak akan melaporkan, saya lihat itu semua videonya dari awal," ujar Amir, Rabu (29/4/2026).
"Dan saya tidak akan melaporkan masyarakat saya, itu masyarakat saya, dan saya harus melindungi mereka," sambungnya.
Menurut Amir, pada aksi demo kemarin mungkin para pedagang terpancing emosinya.
"Mereka mau bertemu dengan saya, tapi saya ada undangan dari kementerian dalam negeri di Palembang, dan ada urusan yang penting di Jakarta. Sehingga itu mungkin bentuk kekecewaan mereka. Dengan itu saya berharap ini yang terakhir dan kedepan jangan adalah lagi yang merusak fasilitas negara," kata Amir.
Dikabarkan sebelumnya, ratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima Kota Binjai, menggeruduk Kantor Walikota Binjai, Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (27/4/2025).
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bandung, Jalan Olahraga, dan Jalan Sudirman, yang sebelumnya digusur oleh Satpol PP Kota Binjai.
Dengan menaiki beberapa mobil jenis pikap dan sepeda motor serta membawa pengeras suara (Sound System) para pengunjukrasa juga membentangkan spanduk berukuran besar dan karton bertuliskan tuntutan mereka seraya mengibarkan bendera merah putih.
"Rakyat kecil disembelih oleh pemimpin zalim. Walikota Anti Rakyat. Bergerak!!! Mencari arah pikiran Walikota!!! Emang ada. Kami tidak butuh Perda, Kami butuh makan," tulis salahsatu spanduk.
| Dua Hari tak Masuk Kerja, PNS Kelurahan Tewas di Rumah, Kondisi Tubuh Membengkak |
|
|---|
| Pasca 6 Bulan Bencana, Pendataan BNBA Tak Kunjung Rampung di Tapteng, Ini Kata Pj Sekda Sumut |
|
|---|
| Bapenda Sumut Sebut masih Terapkan Pembebasan Pajak untuk Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Pemenang Tender DJKA Sudah Diatur, PPK Ngaku Dapat Rp 7 Milliar, Hakim Tak Percaya |
|
|---|
| Sampel Menu MBG yang Buat Siswa di Deli Serdang Keracunan Dibawa ke Lab, Seluruh Korban Sudah Pulih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BERDIALOG-Wali-Kota-Binjai-Amir-Hamzah-didampingi-Kapolres.jpg)