Sumut Terkini

Gus Irawan Ungkap Rahasia Akses Bantuan Pusat yang Membuat Presiden hingga Menteri Datang ke Tapsel

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengungkap 'rahasianya' mengakses bantuan yang kemudian Presiden Prabowo Subianto.

TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
RESMIKAN HUNTAP - Menteri PKP Maruarar Sirait meresmikan hunian tetap bagi warga korban banjir di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (27/3/2026). Ia juga memuji kinerja Bupati Tapsel atas kinerja huntap yang kini sudah bisa dihuni warga. 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPSEL - Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengungkap 'rahasianya' mengakses bantuan yang kemudian Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran, para menteri Kabinet Merah Putih, BNPB, Gubsu dan NGO bergantian datang ke Tapsel.

Diketahui, Prabowo datang ke Tapsel, tepatnya di Desa Garoga, bahkan bermalam bersama pengungsi merayakan pergantian tahun pada Desember 2025 lalu.

"Kekuatan utama terletak pada data yang valid dan terverifikasi," ujar Gus Irawan, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebutkan, perhatian pemerintah pusat sangat besar, termasuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemprov Sumut.

Bahkan, Presiden Prabowo diketahui sempat berada di Batangtoru, Tapsel saat pergantian malam tahun baru.

“Kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel luar biasa. Kami merasakan langsung dukungan tersebut, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, hingga para menteri yang bahkan datang berulang kali,” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menyampaikan, pernyataannya ini juga sekaligus menanggapi apresiasi yang sebelumnya disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat penyerahan 120 kunci hunian tetap di Desa Hapesong, pekan lalu.

Menurut Gus Irawan, salah satu kunci utama dalam menarik perhatian pusat adalah kesiapan data yang akurat. 

Ia menegaskan, bantuan dari pusat tidak bisa diakses tanpa data yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Negara sebenarnya menyiapkan dana siap pakai. Tapi untuk mengaksesnya, tidak bisa sembarangan. Harus dengan data yang terverifikasi dan tervalidasi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, sejak awal bencana, komunikasi intens dilakukan dengan Mendagri melalui rapat virtual hingga koordinasi langsung setelah dibentuknya satuan tugas dan dalam setiap kesempatan, Mendagri selalu menekankan pentingnya data.

“Pesannya selalu sama, data, data dan data. Itu yang menjadi pegangan kami,” ungkapnya.

Selain pemerintah, dukungan juga datang dari berbagai organisasi non-pemerintah, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang turut membantu pembangunan ratusan hunian tetap. 

Gus Irawan menyebutkan, keterlibatan organisasi tersebut merupakan inisiatif yang difasilitasi Menteri PKP Maruarar Sirait.

“Ada sekitar 227 rumah yang dibantu. Ini bentuk gotong royong luar biasa yang memotivasi kami untuk bekerja lebih maksimal,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved