Berita Medan

Rumah Eks Polisi di Belawan Dirampok dan Dirusak Massa Saat Tawuran, Anak 11 Tahun Diseret

Dengan pengalamannya kurang lebih dari 20 tahun di kepolisian, termasuk di bidang intelijen, Horas meyakini ada aktor intelektual di balik tawuran 

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
Horas Hutauruk menceritakan detik-detik rumah nya dirusak dan dijarah oleh segerombolan pemuda di kawasan Pulau Ambon, aksi tersebut terjadi di Jalan Sicanang, Gang Bersama, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Belawan, Senin (6/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Sebuah rumah milik mantan anggota kepolisian di Jalan Sicanang, Gang Bersama, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Belawan, menjadi sasaran pengerusakan dan penjarahan oleh sekelompok pemuda diduga pelaku tawuran antarwarga. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/4/2026), sekitar pukul 03.00 WIB.

Insiden ini bermula ketika sekelompok pemuda dari kawasan Pulau Ambon mendatangi wilayah Gang Bersama untuk melakukan tawuran

Rumah Horas Hutauruk (44), mantan anggota Polri yang sudah tinggal di lokasi sejak tahun 2019, berada tepat di titik kumpul para pemuda dan menjadi sasaran utama amukan massa.

Horas menjelaskan saat itu massa dari Pulau Ambon mulai bergerak memasuki Gang Bersama, Lingkungan 2, Kelurahan Belawan Sicanang, pada Sabtu dini hari. 

Kemudian, anak muda di lingkungan 2,  masih berstatus pelajar dan biasa berkumpul di depan rumahnya pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, berusaha menghadapi serangan tersebut.

"Jadi datang massa ini disambut oleh pemuda sini sehingga terjadi pelemparan antara dua kubu," ujar Horas saat ditemui di kediamannya, Senin (6/4/2026).

Dengan pengalamannya kurang lebih dari 20 tahun di kepolisian, termasuk di bidang intelijen, Horas meyakini ada aktor intelektual di balik tawuran 

"Saya punya insting, saya punya feeling. Ini ada aktor intelektual di baliknya," tegasnya.

Horas mengungkapkan, meskipun banyak warga setempat yang menjadi korban lemparan batu, rumahnyalah yang paling parah mengalami perusakan dan penjarahan.

Menurut pengakuannya, ia sudah memberikan informasi kepada sejumlah oknum Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan pada sore hari sebelum kejadian.

"Saya panggil, mohon izin bang, mungkin malam ini akan jadi tawuran di tempat kami ini. Jangan sampai rumah saya jadi sasaran pelampiasan. Tapi terbuktikan," ungkapnya.

Saat kerusuhan berlangsung, Horas dan keluarganya berusaha berlindung di dalam rumah. Ia sendiri mengalami luka di punggung akibat terkena serangan. 

Keluarganya pun tidak bisa berbuat banyak karena sambungan listrik rumah diputus dengan cara memecahkan lampu PLN.

"Sehingga anak istri saya tidak bisa menghubungi siapa pun pada saat itu," katanya.

Horas merinci sejumlah barang yang dirusak dan dijarah oleh massa tawuran berupa, seluruh kaca rumah dihancurkan, pintu utama rumah dibobol, sepeda motor dirusak, 20 unit tabung gas, 3 karung beras ukuran 30 kilogram, 7 karung beras ukuran 10 kilogram, 5 karung beras bulog serta Rokok dalam jumlah tidak terhitung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved