Sumut Terkini

Apresisasi Gerindra Tapsel untuk Gus Irawan, Rocky: Huntap Cepat Berkat Data Presisi

Maruarar dan Tito kompak memberi pujian terhadap kinerja Gus Irawan saat hadir meresmikan hunian tetap (huntap)

|
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Azis Hasibuan
RESMIKAN HUNTAP - Rocky AP Gultom saat menghadiri acara peresmian hunian tetap korban banjir Batangtoru, Jumat (3/3/2026). Menteri Maruarar dan Tito memberi pujian atas capaian Pemkab Tapsel dalam menangani bencana alam longsor dan banjir. 

TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel), Rocky AP Gultom, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengakuan yang diberikan Maruarar Sirait dan Tito Karnavian terhadap kinerja Bupati Gus Irawan dalam penanganan pascabencana.

Diketahui, Maruarar dan Tito kompak memberi pujian terhadap kinerja Gus Irawan saat hadir meresmikan hunian tetap (huntap) korban banjir Batangtoru yang sudah berdiri di Hapesong Baru, Jumat (3/3/2026) kemarin.

Menurut Rocky, apresiasi kedua menteri tersebut bukan sekadar bentuk pujian simbolik, melainkan merupakan validasi empiris atas keberhasilan tata kelola pemerintahan berbasis data yang diterapkan Pemkab Tapsel.

"Pernyataan Mendagri dan Menteri PKP itu harus kita maknai sebagai bentuk policy recognition terhadap kualitas perencanaan dan eksekusi kebijakan publik di Tapsel. Huntap cepat berkat data presisi," kata Rocky yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Tapsel, Rabu (1/4/2026). 

Menurut Rocky, apresiasi ini menunjukkan bahwa, pendekatan berbasis data yang dilakukan Bupati Tapsel, Gus Irawan, telah memenuhi standar nasional bahkan bisa dijadikan best practice.

Pendataan Presisi Kunci Percepatan

Rocky menegaskan bahwa, faktor fundamental yang membuat Pemkab Tapsel diapresiasi pemerintah pusat adalah kekuatan pada aspek pendataan korban bencana yang komprehensif, terverifikasi, dan terintegrasi lintas sektor.

Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 120 unit huntap tahap pertama telah diserahkan kepada masyarakat terdampak.

Dari total 227 Huntap yang direncanakan, sebanyak 120 unit telah rampung dan sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Targetnya, seluruh unit selesai pada April 2026 mendatang.

Lebih jauh, Rocky menyoroti bahwa, kelengkapan data by name by address terhadap rumah rusak ringan, sedang, hingga berat menjadi faktor akselerator utama dalam proses penyaluran bantuan.

"Validitas data menjadi entry point dari seluruh intervensi kebijakan. Ketika data sudah presisi, maka proses verifikasi oleh BPS, intervensi BNPB, hingga mobilisasi dukungan Kementerian dapat berjalan simultan dan tanpa bottleneck," jelasnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Mendagri yang menilai Tapsel sebagai salah satu daerah dengan progres penanganan pasca bencana tercepat di Indonesia, khususnya dalam penyediaan Huntap bagi para korban.

Kolaborasi Multi-Level Governance

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, Rocky menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari model kolaborasi multi-level governance yang efektif antara pemerintah pusat, daerah, hingga sektor non-pemerintah.

Pembangunan Huntap di Tapsel melibatkan sinergi berbagai pihak, seperti BNPB, BPS, Kementerian Sosial, BUMN, hingga Yayasan Tzu Chi Indonesia yang berperan dalam pembangunan hunian.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved