Banyak Daerah Belum Lengkapi Imunisasi, Dinkes Sumut Temukan 387 Suspek Campak 

Novita mengatakan, data tersebut diambil dari bulan Januari hingga 4 Maret 2026. Masih banyak daerah yang belum melengkapi imunisasi.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
etbodywork
PENDERITA CAMPAK- Ilustrasi anak yang menderita penyakit campak. Tampak bagian kulitnya berbintik merah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Novita Saragih mengatakan, sepanjang tahun 2026 mulai Januari hingga Maret terdapat 387 kasus suspek campak.

Dikatakan Novita, dari 387 kasus suspek campak itu, ditemukan 18 kasus positif campak. Namun, tidak ada korban jiwa.

Novita mengatakan, data tersebut diambil dari bulan Januari hingga 4 Maret 2026. Masih banyak daerah yang belum melengkapi imunisasi.

"Sebanyak 387 kasus suspek campak dilaporkan pada awal tahun 2026 per data 4 Maret 2026. Dengan kasus campak terkonfirmasi positif sebanyak 18 kasus positif campak dan nol pasien meninggal dunia," jelasnya, Kamis (26/3/2026).

Dikatakannya, capaian imunisasi Measles dah Rubella (MR) sejak tahun 2024 mengalami peningkatan dari 80,79 persen menjadi 84,1 persen pada tahun 2025.

Baca juga: Program Imunisasi di Tapteng Belum Optimal, Begini Penjelasan Plt Kadinkes Lisnawati

"Capaian imunisasi belum capai target nasional sebesar 93 persen di tahun 2025 karena stok vaksin tidak mencukupi," katanya.

Diterangkannya, pada tahun 2025, pihaknya menghadapi tantangan stok vaksin MR.

"Karena vaksin rutin bayi juga digunakan untuk kampanye MR BIAS pada bulan Agustus. Buffer (cadangan) dari pusat tidak mencukupi sehingga stok maksimal tidak tercapai," jelasnya.

Akibatnya, lanjut Novita, penyebab imunisasi MR pada Posyandu tidak maksimal di Sumut.

"Dari 33 kab/kota di Sumut, hanya delapan kabupaten yang mencapai target imunisasi. Paling tinggi kabupaten Deliserdang mencapai 132,51 persen," jelasnya.

Dijelaskannya, masyarakat tidak cukup hanya diberikan vaksin MR dosisi 1. Melainkan harus mendapatkan vaksin MR dosis 2.

"Pemberian vaksin MR1 belum mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit campak pada masyarakat karena belum bisa membentuk kekebalan kelompok. Sehingga diperlukan pemberian dosis ke-2 campak untuk memberikan perlindungan sebesar 95 persen," jelasnya.

Diakuinya, minimnya capaian vaksin MR1 ini juga dialami oleh anak-anak di Sumut.

"Namun, pada kenyataan, capaian vaksin MR dosis 2 pada baduta di Sumut juga belum melampaui target sebesar 83,1 persen," ucapnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved