Sumut Terkini
Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Ini kata Pengamat
Menurut Bobby Nasution, hal itu disebabkan adanya program pengentasan kemiskinan Pemprov Sumut yang menunjukkan dampak positif.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan angka kemiskinan di Sumut alami penurunan dan itu partisipasi angkatan kerja alami peningkatan.
Menurut Bobby Nasution, hal itu disebabkan adanya program pengentasan kemiskinan Pemprov Sumut yang menunjukkan dampak positif.
Dirincikan Bobby Nasution, angka kemiskinan turun 0,63 poin, dari 7,99 persen pada 2024 menjadi 7,36 persen pada 2025, atau berkurang sebanyak 87.760 jiwa.
"Di sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja pada 2025 mencapai 72,29 persen, meningkat dibandingkan 71,36 persen pada 2024," ucapnya, dalam keterangan tertulis yang dilihat Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, lanjut Bobby, angka IPM juga mengalami kenaikan sebesar 0,71 poin, dari 75,76 pada 2024 menjadi 76,47 pada 2025.
“Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi, mengalami peningkatan PDRB per kapita dalam tiga tahun terakhir, peningkatan sebesar 8,60 persen yaitu dari Rp62,08 juta (2023) menjadi Rp67,42 juta tahun 2024 dan 2025 menjadi Rp72,62 juta atau sebesar 7,76 persen,” jelasnya.
Menanggapi itu, Pengamat Sosial Sumut Suryadi mengatakan, meski mengalami penurunan, masih banyak tantangan Pemprov Sumut untuk mengentaskan kemiskinan.
"Meski angka kemiskinan di Sumut menurun, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Dan masih perlunya upaya lebih dalam penanganan kemiskinan," jelasnya, Rabu (8/4/2026).
Dikatakannya, Pemprov Sumut tetap harus melihat beberapa faktor yang menjadi penyebab kemiskinan lalu segera memperbaiki dengan program yang lebih efektif.
"Dari kacamata sosial, penting untuk melihat data secara menyeluruh. Jika angka kemiskinan di Sumut menunjukkan tren menurun, itu adalah kabar baik yang menunjukkan keberhasilan program-program pemerintah dan masyarakat. Namun, perlu indikasi lebih lanjut adanya masalah struktural yang perlu ditangani,"jelasnya.
Selain itu, menurutnya, pemerintah juga perlu memperbaiki data Bantuan sosial. Tujuannya, agar bantuan bisa terbagi secara merata.
"Melakukan audit terhadap penerima bantuan sosial untuk memastikan bantuan tepat sasaran (verifikasi dan validasi penerima Bansos dll)," katanya.
Hal yang harus dibenahi lainnya, adalah meningkatkan program-program yang bisa menurunkan angka kemiskinan.
"Seperti meningkatkan Program Pendidikan dan Pelatihan. Bisa difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap menghadapi pasar kerja," jelasnya.
Diketahui, berdasarkan catatan Tribun Medan, sejauh ini ada banyak program Pemprov Sumut untuk angka kemiskinan di Sumur.
| Peneliti Telusuri Jejak Perjuangan Tn Raimbang Sinaga, Calon Pahlawan Nasional dari Simalungun |
|
|---|
| Pemkab Simalungun Kaji PMK Terbaru Soal Koperasi Merah Putih: Kita Hanya Pembinaaan Keuangan |
|
|---|
| Mahasiswi di Kisaran Disekap, Diduga Alami Kekerasan dan Pelecahan oleh Mantan Pacar |
|
|---|
| Kesaksian Budi Karya Dinilai Cukup, Pengamat Minta Hakim Objektif |
|
|---|
| Perkuat Digitalisasi dan Kepatuhan Pajak, Pemkab Samosir Gandeng Perbankan dan Kejaksaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-warga-miskin-atau-kemiskinan-di-bantaran-sungai.jpg)