Kesehatan

387 Kasus Campak di Sumut, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat ada 387 kasus campak hingga Maret 2026. 18 diantaranya positif.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
etbodywork
PENDERITA CAMPAK- Ilustrasi anak yang menderita penyakit campak. Tampak bagian kulitnya berbintik merah. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus campak yang cukup signifikan beberapa waktu belakangan ini
  • Hingga minggu ke-8 2026, tercatat ada 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian
  • Dinas Kesehatan Sumut mencatat ada 387 kasus campak hingga Maret 2026
  • Guna mengantisipasi ini, kalangan orang tua diimbau untuk lebih waspada

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat adanya 387 kasus campak hingga Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, 18 diantaranya dinyatakan positif.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa kasus campak di Indonesia cukup signifikan hingga minggu ke-8 tahun 2026.

Baca juga: Profil Babel Rizki yang Liburan Bareng Rachel Vennya di Swiss Disorot Warganet

Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO
Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO (SURYA/PURWANTO)

Berdasarkan data Kemenkes, tercatat ada 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian.

Oleh karena itu, masyarakat pun diimbau untuk mewaspadai penyebaran kasus campak ini, terlebih jelang memasuki musim mudik Lebaran.

Lalu, apa itu kasus campak?

Baca juga: Maria Naibaho tak Memiliki Riwayat Sakit,Keluarga Beber Kejanggalan Handphone Terbelah, Bercak Darah

Penyakit Campak

Campak merupakan salah satu penyakit menular yang masih sering terjadi, terutama pada anak-anak.

Dikutip dari Bio Farma melalui biofarma.co.id, Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae dengan genus Morbillivirus.

Baca juga: Cuaca Sumut Hari Ini 14 Maret 2026, Potensi Hujan Ringan Merata pada Siang dan Sore Hari

Virus ini awalnya menyerang saluran pernapasan, kemudian menimbulkan berbagai gejala di seluruh tubuh seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mata merah, hingga muncul ruam di kulit.

Campak dikenal sangat mudah menular karena dapat menyebar melalui udara, percikan air liur, maupun benda yang terkontaminasi virus.

Baca juga: 5 Shio Paling Hoki Menurut Ramalan Shio Hari Ini 14 Maret 2026

Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO
Bidan Desa Yudha Purwanidyah (kanan) menyuntikan vaksin kepada balita saat imunisasi di Posyandu Balai Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (2/2/2023). Imunisasi tersebut dilakukan sebagai antisipasi untuk meminimalisir anak dari dampak terpapar campak. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengimbau para orang tua untuk segera membawa putra-putrinya melakukan imunisasi terutama untuk imunisasi campak. Baik melalui posyandu, puskesmas atau bisa dilakukan di sekolah dasar (SD) secara gratis. SURYA/PURWANTO (SURYA/PURWANTO)

Gejala Penyakit Campak

Gejala campak biasanya muncul setelah masa inkubasi sekitar 7 hingga 14 hari sejak seseorang terpapar virus.

Pada tahap awal, gejalanya sering menyerupai flu, seperti demam, tubuh terasa lemas, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, hingga mata merah dan berair yang sensitif terhadap cahaya.

Baca juga: Membangun Ukhuwah Islamiyah, Kapolres Simalungun Wakili Kapolda Sumut Gelar Safari Ramadan

Beberapa penderita juga mengalami diare atau muntah.

Ciri khas lain dari campak adalah munculnya bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved