Kesehatan
Waspadai Kasus Campak Jelang Mudik Lebaran, Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai melonjaknya kasus campak jelang mudik Lebaran 2026.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Memasuki musim mudik Lebaran 2026, masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyebaran kasus campak
- Gejala penyakit campak pada anak dapat ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah di seluruh tubuh
- Jika gejala muncul pada anak, maka segera hubungi dokter atau ke rumah sakit terdekat
- Dalam rangka pencegahan, jangan berbagi makanan dari wadah yang sama, dan gunakan masker saat berada di luar ruangan
TRIBUN-MEDAN.COM,- Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan jumlah kasus campak di Indonesia yang cukup signifikan hingga minggu ke-8 tahun 2026.
Berdasarkan data Kemenkes, tercatat ada 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian.
Oleh karena itu, masyarakat pun diimbau untuk mewaspadai penyebaran kasus campak ini, terlebih jelang memasuki musim mudik Lebaran.
Baca juga: Gigitan Nyamuk Bukan Sekadar Gatal: Ini 5 Penyakit Serius yang Bisa Terjadi
Guna mencegah penularan kasus campak di tiap wilayah, masyarakat, khususnya kalangan orang tua harus tahu bagaimana gejala dan cara pencegahannya.
Sehingga, anak tetap bisa sehat dan terhindar dari penyakit.
Apa Itu Campak
Penyakit campak adalah infeksi virus yang sangat menular, terutama menyerang anak-anak, dengan gejala utama demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah di seluruh tubuh.
Baca juga: 3 Kasus Super Flu Ditemukan di Sumut, Dinkes: Penyakit Ini Menular ke Kelompok Rentan
Disebabkan oleh virus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae, penyakit ini menular lewat percikan air liur saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda terkontaminasi.
Virus campak menyebar melalui udara (droplet) atau airborne, dan bisa bertahan di permukaan benda selama beberapa jam.
Infeksi dimulai di saluran pernapasan sebelum menyebar ke seluruh tubuh, dengan masa inkubasi 1-2 minggu.
Baca juga: Apa Ciri-ciri Kita Terkena Penyakit Ginjal? Kenali Gajalanya Sejak Dini
dr Ramlan Sitompul Sp THT (KL) pernah mengatakan, bahwa ibu hamil sangat rentan dengan penyakit campak ini.
"Perhatian khusus perlu disampaikan kepada ibu hamil, jangan sampai terinfeksi. Hal yang perlu dilakukan bila bergejala adalah minum obat penurun demam, istirahat, makan yang cukup, jaga kebutuhan cairan," kata dr Ramlan pada Tribun-medan.com, ketika diwawancarai 21 Januari 2023 lalu.
Ia mengatakan, para petugas medis dan kesehatan harus benar-benar mengedukasi masyarakat.
Baca juga: Waspadai Penyakit saat Banjir, Ada yang Menular Lewat Air dan Hewan Pembawa Bakteri
Tujuannya agar masyarakat bisa lebih siap mencegah dan mengantisipasi penyakit campak ini.
"Sebaiknya hindari berbagi makanan dan minuman dari wadah yang sama," kata dr Ramlan, yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/waspada-kasus-campak-atau-penyakit-campak-2026.jpg)